Press Release •  15/10/2019

Cara Menanam Jagung di Rumah, Mudah Dipraktikkan

© Pixabay
© Pixabay

Liputan6. com, Jakarta Cara menanam jagung membutuhkan pengetahuan dan keterampilan tersendiri. Jagung adalah sayuran berbiji dan bertepung yang telah dikonsumsi di seluruh dunia selama berabad-abad. Jagung adalah tanaman dataran rendah dengan suhu hangat dan membutuhkan cahaya matahari penuh.

Jagung dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, asalkan ketersediaan air dan hara tercukupi dan akar mampu tumbuh dengan baik. Biasanya jangung di tanam di ladang yang luas dan lapang. Namun, Anda juga bisa menanam jagung di kebun belakang rumah. Cara menanam jagung cukup sederhana dan tak membutuhkan banyak biaya.

Jika ingin menikmati hasil panen jagung sendiri, cara menanam jagung di rumah dapat Anda terapkan. Apalagi berkebun merupakan aktivitas menyenangkan yang membuat Anda terus bergerak. Cara menanam jagung bisa dilakukan pada pagi dan sore hari untuk mengisi waktu luang.

Cara menanam jagung ini meliputi pemilihan bibit, menentukan waktu, hingga menyiapkan media tanam. Nah, seperti apa dan bagaimana cara menanam jagung sendiri di rumah? Simak ulasan Liputan6.com dari berbagai sumber Rabu (24/7/2019) mengenai cara menanam jagung.

Tentukan lokasi dan waktu penanaman

Jagung memerlukan cahaya matahari langsung untuk tumbuh dengan normal. Tempat dengan curah hujan 85–200 mm per bulan, suhu udara 23-27 °C (ideal), dan pH tanah 5,6-7,5 adalah ideal. Jenis tanah tidak terlalu penting, asalkan aerasi baik dan ketersediaan air mencukupi.

Pilihlah kebun yang terbuka. Usahakan untuk memilih area yang relatif bebas dari gulma atau rumput liar, karena tanaman jagung akan sangat sulit bersaing untuk tumbuh bersama tumbuhan liar.

Siapkan alat dan pilih benih yang tepat

Saat ini banyak jenis jagung yang dijual. Sesuaikan benih jagung dengan iklim dan jenis tanah. Beberapa jenis jagung menyukai tanah yang lebih hangat/dingin dengan tingkat PH tanah yang berbeda. Jagung manis bisa menjadi pilihan. Jagung ini biasa direbus atau diolah menjadi makanan lain.

Jagung manis dikenal memiliki biji yang berwarna kuning keemasan dan terang serta manis rasanya. Jagung manis adalah jenis jagung yang paling populer ditanam di kebun rumah.

Setelah benih didapat, siapkan pula alat dan bahan untuk menanam. Karena akan menanam pada lahan skala kecil, alat dan bahan pun tergolong sederhana. Berikut alat dan bahan yang perlu disiapkan:

Media tanam: tanah, sekam bakar dan pupuk kandang

  • Polybag dengan diameter 15 cm
  • Pot atau kaleng bekas cat 25 kg
  • Menanam benih

Siapkan polybag berukuran 15 cm dan isi dengan media tanam tanah, sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Isi tiap polybag dengan 2 benih jagung. Lalu tutup polybag dengan sedikit media tanam. Siram dengan sedikit air.

Tempatkan polybag pada tempat terbuka dengan sinar matahari langung. Siram 3 kali sehari. Benih akan mulai berkecambah pada hari kelima dan ketujuh. Benih akan siap dipindahkan ke pot yang lebih besar saat sudah tumbuh batang dan daun yang lebar.

Pindahkan ke pot

Setelah sekitar 25 hari dimana benih sudah membentuk batang dan daun, Anda bisa mulai memindahkannya ke pot yang lebih besar dan jangan. Masukkan media tanam dengan perbandingan yang sama seperti di polybag.

Pindahkan satu benih jagung pada satu pot. Jangan lupa untuk melubangi pot untuk jalan keluar air. Penyerbukan jagung dibantu oleh angin, karena itu yang terbaik adalah menanamnya secara berkelompok. Dengan demikian serbuk sari memiliki kesempatan yang baik untuk berkecambah.

Lakukan penyiraman

Tanaman jagung membutuhkan sekitar 2,5 cm air per minggu. Penyiraman yang jarang dapat menghasilkan banyak tongkol yang berlubang tanpa biji. Usahakan untuk menghindari penyiraman dari sisi atas tanaman karena berpotensi menghanyutkan serbuk sari.

Kebutuhan hara jagung dikenal cukup tinggi dan dipenuhi melalui pemupukan. Selain memerlukan pupuk organik sebagai pupuk dasar/awal, jagung memerlukan masukan nitrogen (N, dari urea ataupun ZA), fosfat (biasanya dari SP36), dan kalium (K, biasanya dari KCl) untuk pertumbuhan dan hasil yang baik.

Basmi gulma

Basmi gulma di sekitar tanaman jagung hingga tingginya mencapai sekitar lutut. Setelah itu, tanaman jagung seharusnya bisa melawan pertumbuhan gulma sendiri.

Pada pertengahan masa pertumbuhan vegetatif, jagung mengeluarkan akar udara (aerial roots) sehingga memerlukan pembumbunan untuk memaksimalkan penyerapan hara. Jika perlu, pengendalian tumbuhan pengganggu (gulma) dilakukan menggunakan herbisida atau dilakukan dengan pendangiran.

Perhatikan pertumbuhan jagung

Pada dua bulan pertama, jagung akan memiliki tinggi sekitar 30,5–45,7 cm. Jagung akan memunculkan bakal buah di tiga bulan pertumbuhannya. Pada masa ini rambut jagung juga akan muncul sedikit demi sedikit. Tanaman jagung selesai tumbuh kira-kira tiga minggu setelah berkembang rambut jagung atau “jumbai” di pucuknya.

Jagung siap dipanen ketika biji-bijinya sudah menyatu dan menghasilkan cairan seperti susu ketika ditusuk. Untuk mendapat rasa paling enak dan kesegaran yang masih optimal, sebaiknya konsumsilah jagung segera setelah dipetik.

Sumber: Liputan6