Press Release •  24/10/2019

Cara Pemupukan Padi Ciherang Dengan Tepat Dan Benar

Cara pemupukan padi ciherang ini sedikit berbeda dari jenis padi yang ada lainnya, yaitu saat berumur 115-125 hari.

Jadi fasenya adalah, persemaian selama 20 hari, fase vegetatif selama 35 hst, fase generatif reproduktif selama 36-65 hst dan fase generatif pematangan selama 66-100 hst.

padi ciherang merupakan jenis padi hasil dari persilangan antara varietas unggul padi lokal yang bertujuan menghasilkan varietas padi unggulan, Dengan adanya padi jenis ciherang ini, dapat menjawab keraguan para petani terhadap mahalnya padi yang berjenis hibrida.

Pastinya, memilih benih unggul dan bermutu yang baik sangat penting untuk melakukan Cara Pemupukan Padi Ciherang. Selain itu, pemeliharaan atau perawatan secara optimal dari awal penanaman hingga masa panen menjadi kunci kesuksesan menanam padi.

A. Tahap Cara Pemupukan Padi Ciherang

Pupuk dasar padi ciherang
Pada saat bibit padi dipindahkan dari tempat persemaian, benih padi membutuhkan sekitar kurang lebih 8-12 hst untuk dapat memeperkokoh perakarannya.

Pada saat inilah Cara Pemupukan Padi Ciherang pertama baik dilakukan, sebab pada masa itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang.

Dengan begitu, akar dapat menjadi maksimal untuk menyerap kandungan hara yang berada di dalam tanah. Untuk mengingatkan saja, bahwa jangan anda memberikan pupuk anorganik seperti Urea pada saat tanaman padi masih berumur 0-5 hst.

Sebab akar belum siap untuk menerima pupuk yang diberikan tersebut serta pupuk ini mudah menguap, menghisap dan melepaskan uap air (higrokopis).

Pupuk Susulan ke-1 Padi Ciherang
Berikan pupuk susulan pertama sekitar minggu ke 3 (sekitar 21-25 hst ) yang ditandai setelah para petani padi melakukan pengoyosan, pada saat inilah cara Pemupukan Padi Ciherang dilakukan.

Diwaktu pengoyosan dilakukan, maka akan mengakibatkan akar tanaman padi akan menjadi putus. Dengan putusnya akar padi tersebut, tanaman padi akan membentuk anakan baru. Pada saat ini juga unsur hara dapat diserap secara optimal oleh tanaman dan menghasilkan jumlah anakan secara maksimal.

Pupuk Susulan ke-2 Padi Ciherang
Pupuk susulan kedua dapat diberikan ketika tanaman tersebut berumur mencapai minggu ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah masa peralihan dari fase vegetatif ke fase generatif. Tanaman padi membutuhkan nutrisi yang tinggi dalam kondisi ini.

Hal ini diakibatkan karena telah keluarnya daun bendera atau biasa disebut dengan padi bunting, yang berarti malai akan segera keluar dari daun bendera tersebut. Nah, pada saat inilah waktu pemupukan yang paling tepat.

Jadi apabila kita ingin melakukan cara Pemupukan Padi Ciherang yang tepat, lihatlah 3 kondisi tersebut. Pada saat itulah kondisi tanaman padi akan menyerap unsur hara secara maksimal yang kita berikan dan hasilnya pun dapat memuaskan.

Cara Pemupukan Padi Ciherang harus menyesuikan kondisi cuaca/iklim, struktur tanah, masa, lokasi, varietas dan faktor yang lainnya.

Teknik atau cara pemupukan tanaman padi sangat relatif, tidak adanya ukuran pasti atau dosis dan waktu yang dapat ditentukan, sebab ada banyak faktor yang harus diperhatikan.

Struktur tanah dan kondisi unsur hara yang berbeda-beda ddari lokasi satu dengan lokasi lainnya tentu membutuhkan teknik dan Cara Pemupukan Padi Ciherang yang berbeda juga ketika akan melakukan pemupukan. Didalam teknik atau cara pemupukan padi ciherang diperlukan ketelitian dan kejelian, Sebab dosis yang pas hanya bisa diketahui dengan cara terus melakukan uji coba. Jika belum maksimal anda perlu mencoba kembali, seperti jenis pupuk yang anda gunakan.

B. Pemupukan padi ciherang menurut pemerintah

Mengacu pada teori dasar yang telah disampaikan pemerintah jika kita menggunakan NPK seperti PONSKA dosis yang dianjurkan adalah sekitar 100 kg urea dan 300 kg NPK/ha.

Sementara itu untuk perbandingan ukuran masing-masing jenis pupuk/ha adalah sebagai berikut (untuk luas sawah 1 Ha) :

Pupuk Urea atau Nitrogen : 200 – 250 kg
Phospor (SP36) : 100 – 150 kg
Kalium atau KCL : 75 – 100 kg
Untuk pupuk organik, digunakan sesuai kebutuhan atau secukupnya.
Berikutnya masa dalam pemberian pupuk juga sangat bervariasi dan memerlukan perhitungan yang tepat karena bisa berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Sebagai gambaran apabila mengacu pada saran di atas, maka lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut :

Melakukan penebaran pupuk SP36 ke lahan sawah sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan dan penebaran dapat dilakukan satu hari sebelum penanaman benih.
Setelah padi sudah berumur 1 minggu setelah ditanam, lakukan pemupukan menggunakan pupuk organik.
Setelah padi telah berumur 2 minggu setelah ditanam, lakukan pemupukan dengan cara disebar. Pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk Urea dengan dosis 70kg dan KCL 40 kg.
Setelah berumur kurang lebih 25 hari, lakukanlah penyebaran pupuk Urea kurang lebih sebanyak 65 kg.
Setelah berumur lebih dari 30 hari, lakukan penyebaran pupuk kembali berupa pupuk Urea 60 kg dan KCL 40kg.

A. Fase Budidaya Padi Ciherang :
1. Fase Persemaian
Didalam tahap persemaian anda dapat memulai dengan cara memasukkan benih padi ke dalam karung goni atau sejenisnya, setelah itu benih padi tersebut direndam kurang lebih 1 malam, hal ini bertujuan untuk mendapatkan benih padi tumbuh dengan seragam.

lahan persemaian harus sudah disiapkan kurang lebih 50 hari sebelum benih padi disemai, Langkah selanjutnya, lahan persemaian tersebut dibuat dengan panjangkurang lebih  500 sampai 600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum persemaian dimulai, benih terlebih dahulu ditaburi pupuk urea dan SP-36 yang masing-masing 10 gr/m2.

2. Fase Pengolahan Lahan
Dalam hal ini pengolahan lahan bertujuan menyiapkan lahan bercocok tanam padi yang baik serta sesuai untuk pertumbuhan yang dimulai dengan cara membersihkan saluran air, sisa-sisa jerami dan rumput liar di lokasi.

3. Fase Penanaman
Untuk tahap penanaman dimulai dengan mempersiapkan bibit padi dari bedengan persemaian yang telah berumur 21-25 hari dan ditanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 30 x 20 cm. tergantung dari tingkatan kesuburan tanah dan masa musim penanaman. Penanaman dilaksanakan dengan cara terlebih dahulu mencabuti bibit dan menanam sebanyak lebih kurang 5 batang bahkan lebih. padi dengan jumlah benh yang banyak membutuhkan jarak tanam yang lebih lebar untuk lahan padi dengan tekstur tanah yang subur jarak tanam dapat dibuat lebih lebar.

4. Fase Penyiangan
Untuk penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput dua kali saat berumur 3 dan 6 minggu atau menggunakan alat cangkul kecil. Kegiatan penyiangan dilakukan umumnya bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai.

5. Fase Pengairan
Untuk pengairan ada beberapa hal perlu yang diketahui antara lain, jumlah air haruslah dapat menggenangi sawah dengan merata dan setelah dilakukan tanam, sawah harus dikeringkan 2-3 hari sedikit demi sedikit.

6. Fase Pemupukan
Tahap atau Cara Pemupukan Padi Ciherang dengan memberikan pupuk jenis anorganik jenis urea, SP-36 dan KCL yang masing-masing berjumlah 300-175-50 kg/hektar pada saat umur tanaman memasuki 3-4 minggu dan 6-8 minggu setelah tanam dengan cara disebar.

7. Fase Penyemprotan
Penyemprotan dilakukan jika intensitas serangan hama dan penyakit telah melewatu batas ambang ekonomis apabila tidak kendalikan akan berakibat pada kerugian hasil panen, kegiatan penyemprotan pestisida dilakukan saat tanaman memasuki umur tanam 1-2 minggunya.

8. Fase Panen
Untuk panen padi siap dilakukan ketika bulir padi hampir keseluruhan telah menguning atau 33-36 hari setelah padi berbunga.

B. Hal Yang harus Diperhatikan Ketika Akan Membudidayakan Padi Ciherang Benih :

Untuk mendapatkan benih yang baik, ada perlakuan yang harus anda lakukan yaitu dengan cara melakukan seleksi sendiri.

Bagaimana caranya?
Karena Dari hasil MT1 bagus, maka ambil tanaman padi yang berada di sekitar barisan pinggir legowo kiri dan kanan. Ambil Sesuai dengan kebutuhan saja, dan diambil beserta  tangkainya. Kemudian dibilas dan dijemur sampai benar-benar kering. Lalu dsimpan benih MT3, menurut dari hasil pengamatan yang dilakukan, padi yang berada di dekat legowo berbulir 170-200 dan lebih bernas sedangkan yang ditengah hanya 130-180 per malai.

Perlakuan benih:
Jika anda ingin menggunakan benih kembali maka ambil benih-benih yang disimpan tersebut. Kemudian :

1. Jemur selama 1 jam dan sortir dengan cara merendam kedalam air dengan perlakuan seperti telur bebek dan buang benih yang mengapung.
2. Cuci benih sampai bersih.
3. Rendam Benih dengan POC dan Silika sesuai dengan dosis selama 24-36 jam, menurut penelitian hal itu membuat Struktur akar akan lebih banyak di umur 15 hss dan tidak mudah putus, batang lebih kokoh/tidak mudah rusak ketika dicabut.
4. Peram selama kurang lebih 1 hari lalu sebar ke lahan persemaian pada saat benih sudah pecah mata.

Pembuatan Persemaian :
1. Lahan disemprot MO/pupuk hayati/MOL sebelum fase pembajakan.
2. Diratakan dan dibedeng dari arah timur ke barat tiap 1,5 m.
3. Menaburkan Cara Pemupukan Padi Ciherang petroganik dan biarkan selama kurang lebih selama 2-3 hari, dan barulah benih disebar.

Pemeliharaan Benih :
1. Pada umur 5 hss genangi lahan dengan serta berikan pupuk phonska.
2. Ketika Benih berumur 12 hss semprot benih dengan urine yg telah difermentasi dengan daun nimba, gadung serta tembakau.
3. Diumur 15 hss benih mulai dicabuti dan dipindah tanamkan maksimal sampai keesokan harinya.

Pengolahan Tanah :
1. Sebelum lahan dibajak, semprot dengan MO (oplosan EM4 dan MA11) terlebih dahulu.
2. Pembajakan pertama dapat anda lakukan bersamaan dengan pembuatan persemaian.
3. Pembajakan kedua bisa diterapkan pada saat bibit sudah berumur sekitar10 hss.
4. Perataan tanah/penggaruan bisa anda lakukan ketika bibit berumur kurang lebih 11 hss.
5. berikan pupuk petroganik/kompos.
6. lahan tersebut bisa ditanami 5 hari setelah penggaruan, ada waktu yang bisa anda manfaatkan untuk mengambil keong yang menjadi hama utama pada bibit muda.

Pertanaman/Pengelolaan/Ha :
1. Tanam beih Padi dengan metode jajar legowo 5:1 dengan sisipan 25x25cm.
2. Pengairan sampai 10 hst.
3. Apabila Benih sudah berumur 10 hst semprot benih menggunakan urine+MO.
4. Biarkan lahan mengering hingga tanahnya retak.
5. Ketika Padi berumur 13 hst genangi dengan air dan dipupuk dengan phonska serta petroganik/kompos.
6. Pada umur ke 14 hst dilakukan penggasrokan tahap 1.
7. Pengairan dapat dilakukan selang 2x seminggu.
8. Umur 20 hst disemprot urine yg telah difermentasi dengan jus taoge.
9. Pada umur 23 hst adalah tahap penggasrokan ke 2.
10. Umur 24 hst dipupuk dengan phonska +urea + petroganik/kompos.
11. Umur 30 hst semprotkan urine yg telah melalui proses fermentasi dengan jus taoge.

#memasuki umur 30+ hst pada masa Pemupukan Padi Ciherang.
12. Umur 35 hst diberi pupuk urea+petroganik/kompos.
13. Ketika padi sudah mulai berumur 40 hst lahan diari terus(dijaga tetap berair).
14. Padi berumur 40 hst disemprot urine fermentasi + mol buah (pisang).
15. Umur 48 hst : semprot padi dengan urine fermentasi + mol buah (pisang).
16. Umur 56 hst semprot dengan urine yg sudah difermentasi dengan daun nimba, gadung dan tembakau + mol buah (pisang).
17.umur 62 hst saat padi hampir berbunga, semprotkan pestisida sistemik + fungisida gol. azol.
18. Umur 75 hst setelah selesai penyerbukan/mulai merunduk kembali disemprot  dengan mol buah (pisang).
19. Diumur 85 hst semprot MO + mol buah (pisang), walaupun belum diteliti kami bermaksud untuk mengurangi dampak negatif dari pestisida dan fungisida yang telah diberikan.
20. Umur 90 hst lahan bisa dikeringkan.

Catatan :
1. waktu penanaman bisa dikondisikan pada tanggal muda atau dengan sistem penanggalan hijriyah/bulan.

maksudnya pada saat mrapu/berbunga tidak bersamaan dengan penerbangan ngengat yg banyak, pengalaman kami saat bulan terlihat terang lebih banyak ngengat yg menyebabkan beluk/sundep.
2. hasil akhir dari pemakaian pupuk kompos ataupun petroganik tidaklah berbeda signifikan.
3. bunting sangat rawan sehingga pemakaian pestisida sistemik dan fungisida terkadang juga diperlukan.

C. Olahan Berbahan Dasar Padi :
1. Lontong
Berkembang di Daerah Jawa, lontong atermasuk salah satu jenis olahan yang berbahan dasar dari padi, yang memiliki banyak varian dan paling mudah untuk ditemukan.

Cara pembuatannya pun terbilang cukup sederhana, Beras yang telah dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus selama beberapa jam hingga benar – benar matang.

Aromanya yang khas karena dibungkus menggunakan daun pisang, serta kadang berwarna hijau di bagian luar serta putih di bagian tengahnya. Di berbagai daerah di indonesia, lontong disajikan dengan berbagai lauk pendamping  dan memiliki nama tersendiri, antara lain lontong sayur, lontong balap, lontong cap go meh dan lain – lain.

2. Lemang
Lemang merupakan olahan khas yang berasal dari Suku Dayak, namun anda bisa juga menemukannya di berbagai daerah lain di Indonesia. Orang Batak menyebut makanan ini Lomang, sementara orang Minangkabau menyebutnya Lamang.

Bagi orang Dayak, Lemang selalu ada dalam acara perayaan tahun baru padi, yaitu sebuah perayaan yang dilakukan setelah mereka memanen padi.

Lemang memiliki rasa yang cendernung gurih dan nikmat. Beras ketan yang dicampur dengan santan kelapa kemudian dibalut dengan daun pisang dan dimasukkan kedalam bambu. Setelah itu, lemang dibakar selama beberapa jam hingga matang. Perpaduan dari daun pisang dan bambu yang dibakar inilah yang nantinya menyebabkan lemang memiliki aroma dan rasa yang khas.

3. Pali-Pali
Adalah jenis sajian yang berasal dari daerah Ternate, Maluku Utara. Sejarahnya, Pali – Pali adalah makanan yang hanya boleh disajikan bagi para Sultan, dan menjadi salah satu sajian terfavorit di Kesultanan Ternate.

Pali – Pali memilki bentuk yang bulat dan lonjong seperti lontong, namun yang membedakan adalah anyaman daun lontar yang membungkusnya membuat pali – pali kini terlihat lebih menarik.

Cara pembuatan pali-pali sama seperti pembuatan ketupat, yakni beras dimasukkan ke dalam anyaman daun lontar tanpa santan sama sekali, lalu dikukus selama kurang lebih 1,5 jam. Aroma yang dikeluarkan dari daun lontar sebagai pembungkus juga menjadi salah satu faktor keunikan dari Pali – Pali. Selain itu, rasanya yang sangat nikmat apabila ditemani dengan Gohu Ikan atau pun lauk yang lainnya.

D. Peluang Usaha
Dengan julukan negara agraris, tanah diIndonesia sangatlah subur diberbagai wilayahnya. Sebagian besar masyarakat yang berada di indonesia banyak yang bergelut di bidang pertanian.

Salah satu tanaman padi yang banyak dibudidayakan masyarakat indonesia adalah padi ciherang. Padi menjadi tanaman penghasil kebutuhan pokok yang paling utama.

Dimana banyak sekali masyarakat di indonesia yang mengkonsumsi beras dan bahkan tidak pernah terlewatkan di setiap harinya.

Makanan pokok dari orang indonesia ini memang menjadi favorit dan sangat cocok apabila disandingkan dengan bahan makanan yang lainnya. Kebutuhan beras kualitas unggul yang ada di pasaran memang sangat tinggi.

Hal ini menjadikan peluang usaha petani ciherang dengan kualitas padi ciherang yang terbilang unggul serta sangat menjanjikan keuntungannya. Harga beras ciherang memang sangat stabil dan selalu laris di pasaran indonesia.

Sehingga apabila Anda memiliki sawah atau lahan, tidak ada salahnya jika anda mencobanya untuk menanaminya dengan tanaman padi ciherang dengan kualitas yang unggul.

Dimana tanaman ini sangat cocok dengan cuaca atau iklim di indonesia dan konsumsi yang ada di Indonesia. Jika kita lihat di daerah sekitar pedesaan memang telah banyak masyarakat yang menanam tanaman padi jenis ini. karena keuntungan yang didapatkan dari hasil panen padi ciherang ini memang bisa dibilang sangat menjanjikan. Jika Anda tertarik dengan bisnis pertanian padi ciherang ini memang tidak salahnya Anda membahas ulasan artikel ini.

Sumber: Mesinpertanian. id