Press Release •  25/10/2019

Tahun Ini Bireuen Tanam 11.047 Hektar Jagung, Diawali Tanam Perdana di Desa Batee Raya Juli

© SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
© SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN

SERAMBINEWS. COM, BIREUEN - Pemerintah Kabupaten Bireuen tahun ini mulai menanam jagung di lahan seluas 11.047 hektar.

Tanam jagung itu dimulai dengan tanam perdana Jagung Hibrida Program Grand Design Alternative Development (GDAD), pengembangan jagung Hibrida di Bireuen, di Desa Batee Raya Kecamatan Juli,  Kamis (24/10/2019).

Bupati Bireuen H Saifannur SSos mengatakan, dalam rangka mewujudkan Bireuen sebagai produsen jagung di Provinsi Aceh, pemerintah berupaya meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan.

"Strategi utama kegiatan pengembangan jagung antara lain adalah melalui peningkatan luas tanam," kata Saifannur.

Sementara itu, Kepala BNN Pusat diwakili Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Drs Dunan Ismail Isja MM yang hadir pada tanam jagung perdana itu mengatakan, penanaman perdana hari ini merupakan salah satu aksi implementasi Inpres Nomor 6 tahun 2018 tentang P4GN dalam pengembangan potensi masyarakat kawasan rawan di Aceh.

Dalam mewujudkan Aceh yang bersih narkoba dengan meningkatkan komoditi alternatif melalui program alternative development.

"Kami mengajak masyarakat petani yang mendapatkan kesempatan dan program ini untuk betul-betul serius melaksanakannya. Paradigma lama tentang menunggu turunnya bantuan pemerintah adalah langkah yang tidak dibenarkan, menjadi petani yang mandiri, ulet, saling bekerja sama tentu akan membawa keberhasilan usahanya,” kata Dunan Ismail.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh diwakili Kadis Pertanian Aceh, Abdul Hanan SP MM menambahkan, salah satu wilayah yang diharapkan unggul datam produksi jagung di Aceh adalah Kabupaten Bireuen.

Sebutnya, tahun lnl, pemerintah telah mengalosikan anggaran untuk mendukung pengembangan pertanian jagung di Bireuen untuk areal seluas 11.047 hektar.

"Lahan-lahan yang ada selama ini, mari ditanam dengan komoditl unggul bernilai ekonomis tinggi, salah satunya jagung hibrida bantuan pemerintah," ajak Abdul Hanan.

Ia berharap, program Altemative Development ini tidak hanya efektif daIam memberantas pertanian ganja di Aceh, tapi dapat pula mendukung cita-cita Aceh menjadi kawasan lumbung jagung nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, Kepala BNN Provinsi Aceh, unsur Forkopimda Bireuen serta ratusan masyarakat dan penyuluh pertanian.

Sumber: Aceh Tribunnews