Press Release •  29/10/2019

Pexalon, Solusi Teranyar untuk Gangguan Wereng

Hingga kini wereng batang cokelat masih berpotensi merampok kocek petani. Tanpa pengendali yang cepat dan ampuh, bisa-bisa petani gigit jari.

Tahun lalu serangan hama wereng batang cokelat (WBC) mencakup sentra produksi padi yang sangat luas, mulai dari Sumatera Utara, seluruh Jawa, hingga Sulawesi Selatan. Bahkan, petani daerah Subang dan Karawang di Jawa Barat sudah empat musim tanam ini menghadapi hebatnya WBC.

WBC yang menusuk batang lalu mengisap cairan tanaman padi tersebut menyebabkan hamparan padi terlihat cokelat seperti terbakar. Tidak hanya itu, WBC juga lebih berbahaya karena bisa menularkan virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa yang bikin petani seperti dirampok. Pertumbuhan tanaman menjadi macet, tidak mampu membentuk malai sehingga kehilangan hasilnya bisa sampai 100% alias tidak panen sama sekali.

Karena itu produsen pestisida Dow Dupont mengambil momen untuk meluncurkan insektisida terbarunya, PexalonTM 106SC pada 22 Januari 2018 di Hotel Resinda, Karawang, Jawa Barat. Dua produsen pestisida yang menyatu tersebut mengundang ratusan petani dari Subang, Karawang, Bekasi, Majalengka, dan Cirebon untuk menghadiri seremoni peluncuran insektisida baru ini. Acaranya dikemas secara meriah dan santai, lengkap dengan bagi-bagi doorprize tapi tetap memberikan edukasi yang lengkap dan jelas bagi para petani.

 

Tiga Keunggulan

Menurut Farah Siregar, maraknya serangan wereng tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Vietnam, Thailand, China, dan India. Dengan hasil tim riset dan kerja sama petani-petani kita di seluruh negara tadi, kita sangat gembira dan bangga hari ini bisa meluncurkan PexalonTM. Pexalon ini teknologinya paling baru, cara kerjanya lain. Lebih ampuh untuk serangan-serangan wereng yang tinggi seperti sekarang ini, ujar Indonesia Malaysia Commercial Leader Dow Dupont itu saat memberikan sambutan.

Praveen Khumar menambahkan,  PexalonTM adalah produk spesial yang mampu mengendalikan wereng dengan tuntas dan cepat. Keunggulannya, pertama, bisa mengendalikan semua jenis wereng pada padi secara menyeluruh, baik masih berupa nimfa maupun dewasa. Kedua, durasi pengendaliannya sangat panjang. Tidak ada produk yang bisa mengendalikan selama 21-25 hari sejak penyemprotan. Ketiga, produk ini juga sangat aman untuk manusia dan serangga-serangga yang menguntungkan, promosi Indonesia-Malaysia Marketing Leader Dow Dupont ini.

Lebih jauh Iskandar Zulkarnain, ASEAN Technology Leader Dow Dupont memaparkan tentang wereng dan cara kerja PexalonTM dalam mengendalikan wereng. Selain WBC, menurut Iskandar, terdapat juga wereng hijau, wereng punggung putih, dan wereng kecil yang baru-baru ini dicurigai mulai masuk Indonesia melalui Sumatera. Siklus hidup serangga bernama Nilaparvata lugens ini berlangsung 23-32 hari, dimulai dari serangga, instar, nimfa, serangga dewasa tanpa sayap, dan serangga dewasa bersayap.

Wereng bersayap inilah yang membawa virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa (klowor). Hati-hati, satu jam saja wereng bersayap yang membawa virus menempel di tanaman padi dan makan di tanaman tersebut, tanaman itu sudah terserang virus. Kalau sudah seperti itu, solusinya hanya satu, dicabut lalu dibenamkan, kata Iskandar mengingatkan.

Bahan aktif PexalonTM yaitu triflumezopyrim bekerja sebagai racun saraf.  Bahan aktif baru golongan IVe ini menghalangi penerusan rangsangan pada simpul saraf wereng menjadi gerakan, seperti bernapas, makan, dan sebagainya. Akibatnya, wereng mengalami kelumpuhan, tidak bisa makan lalu mati. Bahan aktif ini bekerja sangat cepat, dalam satu sampai dua jam, wereng berhenti makan, jelas alumnus S2 Unpad tersebut.

Rekomendasi

Agar mendapat manfaat maksimal dari PexalonTM, petani sangat dianjurkan untuk mengaplikasikan insektisida anyar ini sejak awal pertumbuhan vegetatif. Di daerah yang endemik virus kerdil seperti Subang, Pagaden, aplikasikan awal ketika terlihat penerbangan pertama wereng bersayap, umur 10-20 hari setelah tanam. Sedangkan di daerah yang tidak ada virus, aplikasikan ketika populasi wereng mencapai 5-10 ekor per rumpun. Biasanya umur 25-40 hari setelah tanam, saran Iskandar.

Bayu Nugroho, Brand Manager Rice Insecticide Dow Dupont menambahkan, aplikasi PexalonTM cukup sekali. Namun bila serangan masih ada, petani dianjurkan untuk melanjutkan dengan produk yang berbahan aktif lain agar wereng tidak kebal.

Dosis anjurannya 240 ml/hektar dengan volume semprot harus 300 liter/hektar atau 20 tangki. Volume cukup banyak supaya cairan insektisida bisa turun ke bagian bawah tanaman mengenai wereng. Cairan yang ke bawah juga bisa diserap tanaman padi karena PexalonTM bekerja secara kontak dan sistemik. Jadi, wereng yang tidak tersemprot tapi makan akan mati juga. Sementara musuh alami seperti laba-laba, kumbang, dan kepik tetap bisa berkembang membantu pengendalian wereng.

Dengan aplikasi pada awal pertumbuhan, tanaman padi bersih dari WBC. Batang hijau dan kokoh. Anakan produktif terjaga dan malaipun bernas sehingga produksi lebih tinggi. Petani pun menyambut sangat baik produk ini. Terbukti dengan terjualnya sebanyak 150 boks produk pada hari peluncuran.

Awal tepat, padi kuat, panen hebat!

Sumber: Agrina Online