Press Release •  04/11/2019

Keunggulan Fungisida Dithane M-45

Keunggulan Fungisida Dithane M-45 - Dithane M-45 adalah fungisida berbentuk tepung berwarna kuning yang digunakan untuk mengendalikan penyakit jamur (fungal borne disease) yang menyerang pada pertanian, perkebunan dan pembibitan.

Dithane M-45 terbuat dari bahan aktif mankozeb yang merupakan jenis fungisida kontak yang bekerja langsung pada penyakit jamur seperti penyakit bercak daun, penyakit busuk buah, penyakit busuk batang, cacar daun, dan penyakit busuk kaki.

Bahan aktif yang terkandung dalam dithane adalah mankozeb 80% dan Dithane M-45 diproduksi oleh PT Dow AgroSciences Indonesia.

Keunggulan dari Dithane M-45

  1. Tidak menggumpal dan cepat larut dalam air
  2. Fungisida dengan spektrum yang luas
  3. Efektif untuk campuran fungisida dalam Pembibitan
  4. Efektif untuk mengendalikan penyakit jamur
  5. Ekonomis, dosis yang digunakan sedikit dengan hasil yang maksimal
  6. Pada saat pemakian bisa dicampur dengan bahan aktif lain


Penyakit sasaran dan Dosis Penggunaan Dithane M-45

Apel : penyakit bercak daun (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 3 g/l)
Bawang : penyakit bercak ungu (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 kg/ha)
Bawang merah : penyakit bercak ungu (Penyemprotan volume tinggi : 3 - 6 g/l)
Bawang putih : penyakit bercak ungu (Penyemprotan volume tinggi : 3 - 6 g/l)
Cabai : penyakit bercak daun (Penyemprotan volume tinggi : 3 - 6 g/l)
Cengkeh di pembibitan : penyakit bercak daun (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,8 kg/ha)
Kacang tanah : penyakit bercak daun (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 kg/ha)
Kakao : penyakit busuk buah (Penyemprotan volume tinggi : 0,8 - 1,2 kg/ha)
Karet di pembibitan : penyakit gugur daun (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 kg/ha)
Kedelai : penyakit karat daun (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 3 g/l)
Kelapa : penyakit bercak daun (Penyemprotan volume tinggi : 2 g/l)
Kentang : penyakit busuk daun (Penyemprotan volume tinggi : 1,2 - 2,4 kg/ha)
Kina : penyakit mopog (Penyemprotan volume tinggi : 4,5 -6,3 kg/ha)
Kopi : penyakit karat daun (Penyemprotan volume tinggi : 0,3 - 0,6 kg/ha)
Padi : penyakit bercak daun (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 3 g/l)
Petsai : penyakit bercak daun (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 2 kg/ha)
Rosela : penyakit busuk kaki (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 - 2,7 kg/ha)
Teh : penyakit ccar daun (Penyemprotan volume tinggi : 0,42 - 0,84 kg/ha)
Tembakau di persemaian : penyakit rebah batang (Penyemprotan volume tinggi : 4,5 - 7 kg/ha)
Tembakau : penyakit patik daun (Penyemprotan volume tinggi : 1,6 - 3,2 kg/ha)
Tomat : penyakit busuk daun (Penyemprotan volume tinggi : 1,6 - 2,4 kg/ha)
Vanili : penyakit busuk batang (Penyemprotan volume tinggi : 0,9 kg/ha).

Sumber: AgrotaniCipanas