Blog •  29/11/2021

3 Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai dan Cara Mengatasinya

© SHUTTERSTOCK/WORRAKET
© SHUTTERSTOCK/WORRAKET

JAKARTA, KOMPAS.com - Serangan hama dan penyakit merupakan salah satu faktor risiko terbesar dalam menanam dan merawat tanaman cabai. Terlebih, saat musim hujan, tanaman cabai paling rentan terhadap serangan jamur.  Dikutip dari Cybex Kementerian Pertanian, Sabtu (27/11/2021), setidaknya ada tiga penyakit jamur yang sering menyerang tanaman cabai seperti berikut ini.

Bercak daun
Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabai disebabkan jamur cercospora capsici. Gejalanya, muncul bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan pinggiran cokelat pada daun. Bila serangan jamur tersebut hebat, daun akan berwarna kuning dan akhirnya berguguran. Penyakit ini biasanya menyerang tanaman cabai pada musim hujan dengan kondisi kelembapan cukup tinggi. Penyakit bercak daun menyebar saat jamur masih berupa spora dan bisa dibawa oleh angin, air hujan, hama vector, dan alat pertanian. Spora jamur juga bisa terikut pada benih atau biji cabai. 

Patek antaknosa
Penyakit ini disebabkan cendawan colletotrichum capsici. Terdapat dua macam penyakit busuk yang biasa meyerang tanaman cabai, yaitu busuk cabang dan busuk kuncup. Busuk cabang pada tanaman cabai disebabkan phytophthora capsiti. Penyakit ini terjadi pada musim hujan dan proses penyebarannya sangat cepat. Sedangkan, busuk kuncup disebabkan cendawan chanosearum sp serta gejala kuncup tanaman berwarna hitam dan lama kelamaan menjadi mati. Penyakit layu Penyakit layu merupakan salah penyakit yang dialami tanaman cabai dan cukup sulit dikendalikan.

Penyakit layu
Penyakit layu merupakan salah penyakit yang dialami tanaman cabai dan cukup sulit dikendalikan. Penyakit layu disebabkan beragam pengganggu tanaman seperti berbagai jenis cendawan dan bakteri layu yang disebabkan cendawan disebut fusarium. Jenis cendawan ini hidup pada lingkungan yang masam. 

Cara mengatasinya 
Salah satu cara mengatasi serangan jamur pada tanaman cabai adalah memanfaatkan fungisida hayati dari abu dapur. Caranya, campur abu dapur dan beberapa bahan campuran lainnya seperti detergen dan air. Pertama, masukkan dua kilogram abu dapur yang sudah diayak ke ember, tambahkan air bersih sebanyak lima liter, kemudian aduk selama tiga menit atau sampai bahan merata.  Selanjutnya, diamkan campuran selama 20 menit agar partikel kasar abu mengendap dan tidak menyumbat nosel botol semprot. Setelah itu, ambil airnya dan tambahkan dengan deterjen sebanyak 30 mililiter, kemudian diaduk dalam wadah sampai semuanya merata. Bila sudah, masukkan larutan tersebut ke botol semprot, lalu semprotkan secara merata pada tanaman cabai yang terserang penyakit atau sebagai pencegahan terhadap serangan jamur. Penyemprotan dilakukan secara berkala setiap seminggu sekali untuk pencegahan dan tiga sampai empat hari sekali untuk pengendalian.

Sumber: Kompas