Blog •  01/01/2022

3.429 Hektar Tanaman Padi di Lampung Puso, Pemprov Siapkan Bantuan

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung mencatat, tanaman padi seluas 3.492 hektar tersebar di 8 daerah mengalami puso akibat terendam banjir. Ada sekitar 17.145 ton padi yang diproyeksikan hilang.  

Selama musim hujan tahun 2021 ini, tanaman padi seluas 7.628 hektar di Provinsi Lampung terendam banjir. Dan 3.429 hektar diantaranya mengalami puso atau gagal panen.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, tanaman padi paling luas yang mengalami puso berada di Kabupaten Lampung Timur mencapai 1.978 hektar. Disusul Kabupaten Lampung Selatan seluas 899 hektar dan Kabupaten Lampung Tengah 250 hektar (lengkap lihat tabel)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah menyiapkan bantuan untuk para petani padi yang gagal panen akibat terdampak puso. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi mengatakan, puso pada tanaman padi seluas 3.492 hektar itu karena terendam banjir.

"Sawah yang puso sudah jelas ada bantuan. Kita siapkan asuransi yang kedua berupa bantuan cadangan benih. Itu penanganan yang paling cepat," kata Kusnardi, Kamis (30/12).

Kusnardi mengatakan, pihaknya terus mendorong petani di Lampung untuk dapat mengikutsertakan tanaman padi mereka ke dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). "Kita targetkan semua petani di 15 kabupaten/kota bisa bergabung. Kita terus lakukan sosialisasi," ujarnya.

Menurutnya, AUTP sangat penting bagi petani, utamanya menghadapi musim penghujan. Tanaman padi yang puso dan sudah ikut AUTP, akan mendapat klaim dari pihak perusahaan asuransi.

"Dari Jasindo nanti kita tindaklanjuti ke perusahaan swasta yang berminat. Karena swasta masih menganggap pertanian beresiko terlalu besar,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan irigasi yang rusak secepat mungkin, agar tidak terdampak terhadap produksi padi di Lampung.

"Kalau ada irigasi yang rusak jelas kita perbaiki, karena itu kewajiban pemerintah. Kita lihat ini kewajiban siapa, kalau dia primer atau sekunder itu pusat. Kalau tersier kuarter itu pemerintah kabupaten/kota atau provinsi," jelasnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi Darmawan menambahkan, pada tahun 2021 pihaknya telah melakukan berbagai pengerjaan guna mendukung produktivitas pertanian.

Kegiatan yang dilakukan berupa pembangunan atau rehabilitasi rawa di 45 titik lokasi tersebar di Kabupaten Lampung Timur, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Metro, Way Kanan, Lampung, Tengah dan Lampung Selatan.

Selanjutnya pembangunan dan rehabilitasi bendungan embung di 39 lokasi tersebar di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Timur dan Pringsewu.

Kemudian pembangunan bendungan di dua titik lokasi berada di Kabupaten Lampung Selatan. Pembangunan tanggul sungai di 6 titik lokasi tersebar di Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat dan Pesawaran.

"Kemudian pembangunan sumur air tanah untuk air baku di dua titik lokasi di Kabupaten Way Kanan dan Mesuji. Rehabilitasi jaringan irigasi permukaan di empat titik lokasi di Kabupaten Tanggamus, Pringsewu dan Lampung Tengah serta satu titik lokasi di Pesisir Barat," papar dia.

Pengamat Pertanian sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Irwan Sukri Banuwa mengatakan, dengan adanya tanaman padi yang terkena puso, akan berdampak pada penurunan produktivitas padi di daerah setempat.

Irwan menjelaskan, penurunan produksi padi dapat segera diselesaikan, jika petani secepat mungkin melakukan tanam padi kembali ketika musim penghujan selesai serta lahan sawah tidak lagi terendam banjir.

"Dalam satu tahun kan tidak hanya satu kali saja masa panennya. Bisa tanam lagi tergantung dari indeks panen (IP). Karena dalam satu tahun ada yang tiga kali tanam. Kalau satu gagal, maka masih ada dua kali tanam," katanya.

Sukri melanjutkan, rata-rata lahan persawahan di Lampung mampu menghasilkan 4,9 hingga 5 ton padi per hektar per musim panen. Jika ada 3.492 hektar tanaman padi puso, maka ada sekitar 17.145 ton produksi padi yang diproyeksikan hilang.  

"Maka begitu musim hujan yang berlebihan ini berakhir, petani harus sesegera mungkin melakukan penanaman ulang tentu di bawah pengawasan dinas terkait," saran dia.

Ia mengimbau, para petani di Lampung segera bergabung kedalam asuransi melalui program Kartu Petani Berjaya (KPB), Karena itu akan membantu petani yang tanaman padinya mengalami puso. "KPB sudah memberikan peluang untuk membantu tanaman padi puso, mulai dari pemberian bibit, pupuk sampai obat-obatan,” ujarnya.

Sumber: Kupastuntas.co