Blog •  10/03/2020

5 Tips Tanam Jagung Agar Hasil Panen Berkualitas Bagus

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Tanam jagung pun menjadi aktivitas bercocok tanam yang digemari saat ini.

Jagung adalah tanaman semusim yang menyelesaikan satu daur hidupnya dalam waktu sekitar 3 sampai 5 bulan. Setengah waktu hidupnya merupakan fase vegetatif dan setengahnya lagi generatif.

Tanaman dengan nama ilmiah Zea mays ini biasa diolah menjadi nasi jagung, dibakar, direbus, atau dijadikan olahan kue. Selain itu, jagung merupakan bahan pokok tepung maizena dan minyak jagung, serta bahan kosmetika, industri farmasi, dan kimia.

Jika Anda tertarik untuk membudidayakan jagung, terdapat teknik atau tips tanam jagung yang dapat Anda lakukan agar hasil panen jagung berkualitas bagus. Simak di bawah ini.

Pemilihan Benih

Pemilihan benih yang baik merupakan langkah awal untuk menghasilkan jagung yang berkualitas bagus. Oleh sebab itu, benih jagung yang digunakan haruslah adalah benih yang sehat dan tidak terserang penyakit.

1. Pilihlah jenis jagung yang terpercaya dan direkomendasikan oleh pemerintah.

2. Gunakan benih jagung yang segar dengan tingkat perkecambahan 85%.

3. Pastikan benih yang digunakan tidak terlihat jelek dan terserang penyakit.Tentunya jangan gunakan benih yang dulunya terserang penyakit.

Pengolahan Lahan & Pembuatan Bedengan

Setelah mendapatkan bibit, langkah selanjutnya adalah mengolah lahan untuk budidaya jagung.

Agar jagung yang ditanam menghasilkan hasil yang bagus, lahan budidaya sebaiknya dilakukan pecangkulan agar tanahnya gembur. Tanah yang gembur bertujuan untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam tanah.

Kemudian setelah dilakukan penggemburan tanah, lahan sebaiknya dibiarkan selama sekitar 1 minggu agar terpapar sinar matahari dan terkena angin.

Jika terdapat gulma, juga sebaiknya dilakukan pembersihan sebelum penanaman agar nantinya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Lakukan pengapuran jika pH tanah di bawah 5 karena tanaman jagung membutuhkan pH tanah yang cenderung basa. Pengapuran dapat dilakukan dengan menggunakan dolomite. Dosis pengapuran harus disesuaikan dengan tingkat keasaman lahan.

Apabila lahan yang akan digunakan sebelumnya adalah lahan sawah, maka lahan dapat langsung digunakan tetapi harus dipastikan bahwa drainase-nya dalam keadaan baik.

Selain itu, dapat juga dibuat bedengan. Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan  lebar sekitar 1 m, serta memiliki ketinggian sekitar 20-30 cm, dengan panjang yang disesuaikan dengan ukuran lahan.

Penanaman

Penanaman jagung untuk pertama kalinya sebaiknya dilakukan pada musim penghujan agar benih jagung memiliki pengairan yang cukup.

Untuk menanam jagung, cara yang harus dilakukan adalah dengan meletakkan 1-2 butir jagung ke dalam lubang tanam. Kemudian, tutuplah lubang tanam dengan menggunakan kompos dan berikan pengairan yang cukup.

Pengairan

Terdapat beberapa metode pengairan yang dapat digunakan dalam budidaya jagung, antara lain :

1. Metode alur

2. Metode genangan

3. Metode sprinkler

4. Metode bagian dari bawah permukaan

5. Metode tetesan air

Perawatan & Pemanenan

Agar mendapatkan jagung dengan hasil yang bagus, berikut ini adalah cara perawatan yang harus dilakukan :

1. Penyulaman

Penyulaman merupakan metode untuk melakukan pengecekan pada bibit jagung yang kira-kira berusia 1 minggu untuk memastikan bahwa jagung yang ditanam tumbuh dengan normal. Apabila terdapat jagung yang cacat, maka perlu dilakukan pembibitan ulang.

2. Penyiangan

Penyiangan merupakan proses pembersihan gulma dari lahan tanam. Penyiangan dilakukan saat jagung berusia 2 minggu.

3. Pemupukan

Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang jenis Bokashi.

4. Pemanenan

Setelah melakukan proses penanaman dan perawatan dengan baik, jagung dapat dipanen saat berusia 65-75 HST.

Jagung yang siap dipanen ditandai dengan warna kelobot yang sudah menguning, terdapat lapisan hitam pada dasar biji jagung, dan warna daun jagung sebagian besar sudah menguning.

Sumber : Pak Tani Digital