Blog •  12/07/2021

Anggota DPRD Paser Ikhwan Antasari Bagi Bantuan Alsintan dan Bibit Jagung di Lima Desa

© TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
© TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Dalam memaksimalkan hasil pertanian masyarakat, Ketua Komisi II DPRD Paser, Ikhwan Antasari membagikan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) beserta bibit jagung pada 5 desa yang ada di Kabupaten Paser.

Pembagian Alsintan beserta bibit jagung tersebut dilakukan pada kegiatan reses DPRD masa sidang kedua tahun 2021.

"Pemberian bantuan Alsintan pada kelompok tani ini sebagai sarana penunjang dalam meningkatkan hasil produksi petani," kata Ikhwan, Minggu (11/7/2021).

Alsintan yang diberikan, merupakan usulan yang disampaikan pada reses tahun 2020 kemudian dituangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Paser.

"Alhamdulillah para kelompok tani sudah menerima bantuan tersebut, semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan hasil produktifitas pertanian mereka," terangnya.

Bantuan berupa bibit jagung, diberikan pada kelompok tani di desa Tampakan, Kecamatan Batu Engau.

Sementara untuk bantuan Alsintan berupa hand tractor dan power tresher, diberikan pada beberapa kelompok tani di Kecamatan Pasir Belengkong, meliputi Desa Suliliran, Suliliran Baru, Olong Pinang, dan Pasir Belengkong.

Disela pemberian Alsintan dan bibit, warga dan kelompok tani kembali mengusulkan untuk peningkatan jalan usaha tani.

"Jalan usaha tani kembali di keluhkan masyarakat, insfrastruktur memang menjadi kendala yang dihadapi hampir semua desa, dimana erat kaitannya pada hasil produksi pertanian," jelas Ikhwan.

Menurutnya, jika jalan bagus, maka akan memudahkan dalam mengangkut keperluan produksi dan hasil pertanian.

Ia mengakui, banyak usulan warga yang belum bisa tercover pada tahun 2021 ini, mengingat adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh daerah.

Namun, ditengah keterbatasan anggaran tersebut, Ia tetap berusaha dalam memperjuangkan apa yang menjadi keluhan warga.

"Saya kira penting disampaikan, jangan sampai ada yang merasa di anak tirikan akibat usulan yang belum terpenuhi, mengingat keterbatasan anggaran yang di miliki daerah akibat pandemi covid yang belum berakhir ini," pungkas Ikhwan.

Sumber: TRIBUNKALTIM