Blog •  02/11/2021

Atasi Kemiskinan Ekstrim, Gubernur dan Bupati Kolaborasi Tanam Jagung 5.000 Hektar di Matim

© POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
© POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO

POS-KUPANG.COM, BORONG - Dalam rangka mengatasi masalah kemiskian ekstrim di Kabupaten Manggarai Timur, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, S.H.,M.Hum meresponnya dengan cepat salah satunya dengan cara berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) mandiri. Sebanyak 5.000 hektar akan ditanami jagung melalui program ini.

Karena itu dilakukan Sosialisasi Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Dengan Falitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui ekosistem pembiayaan sektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati Manggarai Timur di Lantai 2 Kantor Bupati, Senin 1 November 2021.

Hadir langsung dalam kegiatan itu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai Timur Yohanes Sentis, Tenaga Ahli TJPS Dr Martin Nulik, UPTD PSB Nikson Balukh, Pt Suaka Bumi/Off taker, Hendrik dan Pimpinan BUMN/BUMD.

Hadir sebagai peserta sosialisasi, para camat, para kepala desa, PPL dan petani serta undangan lainya.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, kepada POS-KUPANG.COM, usai kegiatan menjelaskan, kegiatan itu merupakan respon cepat Bupati Manggarai Timur, untuk menjawab soal kemiskian ekstrim.

Karena itu, atas nama Gubernur NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, juga berkepentingan untuk terlibat di dalamnya untuk mengatasi masalah kemiskian ekstrim terlebih pada bidang sosial dan ekonomi.

Dikatakan Lecky, untuk itu kegiatan sosialisasi program ini diundang oleh Bupati Manggarai Timur untuk menjelaskan program tersebut sebagai bentuk kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan itu.

Dijelaskan Lecky, salah satu skema yang disiapkan melakukan program itu adalah TJPS Mandiri dengan Falitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan lahan untuk penanaman jagung seluas 5.000 hektar yang menjangkau wilayah Manggarai Timur.

"Lahan seluas 5000 hektar ini sudah disiapkan oleh Pemerintah Daerah dan sudah ada by name, by adress. Tinggal chekin banknya diantara 5 ribu hektar itu siapa (petani) yang tidak bermasalah langsung kita dorong untuk proses. Semua bank bisa pinjam KUR seperti bank NTT, BNI, BRI, Mandiri dan bank lainya,"ungkapnya.

Lecky juga mengatakan, diharapkan melalui program ini bisa menyasar kepada para kepala keluarga (KK) miskin sehingga bisa mengangkat masalah ekonomi tersebut.

"Jadi kita bantu dalam waktu satu siklus produksi ini pada musim tanam 1 dan kita akan lanjutkan pada musim tanam 2. Diharapkan jika program ini dijalankan dengan benar maka persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi oleh Manggarai Timur dan empat kabupaten lain yang memiliki kategori kemiskian ekstrim bisa dapat diatasi,"jelasnya.

Terkait dengan sistem program ini, jelas Lecky, akan dibahas mulai dari hulu sampai hilir. Petani akan menanam dan hasilnya akan dibeli oleh off taker/penjamin komiditas yang telah disiapkan oleh pemerintah.

"Jadi sekian lama petani sendiri bergerak di hilir sedangkan di hulu tidak ada atau petani menanam tapi hasilnya tidak tau mau menjualnya karena siapa pembelinya. Karena itu Pemerintah menyiapkan beberapa off taker untuk menghandle produksi pertanian pada aspek pemasaran sehingga ada jaminan dan harganya juga disepakati, sehingga petani semangat bekerja karena sudah ada kepastiannya,"jelasnya.

Dikatakan Lecky, pihaknya sudah bersepakat dengan off taker dimana harga beli hasil jagung dari para petani dengan batas bawah Rp3.200/Kg.

"Kalau harga naik misalnya Rp4.000/Rp5.000 off taker harus mengikuti tetapi kalau turun tidak boleh melewati Rp3.200 itu. Ini model kerja sama baru yang memberikan jaminan pasar kepada para petani,"jelasnya.

Lecky juga mengatakan, enam off taker yang disiapkan itu bukan hanya untuk 5 Kabupaten yang memiliki label kemiskian ekstrim saja, tetapi untuk 10 Kabupaten di NTT yang prioritas pengembangan jagung.

Adapun sepuluh Kabupaten itu yakni, Manggarai Timur, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Manggarai Barat, Flores Timur, TTS, TTU, Kupang, Belu dan Kabupaten Malaka.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, mengatakan pemerintah daerah tentu sudah siapkan 5.000 hektar lahan untuk ditanam jagung melalui program itu. Terkait bantuan untuk tanaman jagung ini bukan hanya melalui program ini, namun program lain terkait penanaman jagung bagi petani ini sudah dilakukan.

Yohanes juga mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kemiskian ekstrim di Kabupaten Manggarai Timur. Karena itu, pihaknya tentu menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Sumber: POS-KUPANG