Blog •  20/10/2020

Berkat Dibangun Bendungan Rotiklot Petani Perbatasan Bisa Tanam Jagung

BELU - Pembangunan dari pinggiran yang dilakukan Presiden Joko Widodo melalui anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat perbatasan khususnya di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Salah satu infrastruktur yang dirasakan oleh masyarakat adalah Bendungan Rotiklot, yang dibangun di Fatukety, Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Bendungan ini dibangun pada Desember 2015 dan melalui proses pengisian air dari Desember 2018 serta telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 20 Mei 2019.

Bendungan berkapasitas 3,3 juta meter kubik ini diikuti pembangunan jaringan irigasinya agar airnya dapat mengalir ke sawah-sawah milik petani. 

Saat ini rata-rata wilayah Belu sedang mengalami kekeringan akibat rendahnya curah hujan, melihat kondisi ini Dinas terkait meminta izin kepada Menteri PUPR untuk menggunakan air yang tertampung di Bendungan Rotiklot.

Dengan izin dari Menteri PUPR, air di Bendungan Rotiklot ini seminggu dua sampai tiga kali dibuka untuk membantu petani sekitar. Ini merupakan kali pertama sawah seluas 300 ha diuji coba untuk menanam jagung. Dalam tiga sampai empat tahun terakhir lahan tidak dapat digunakan karena kurangnya curah hujan.

"Keseluruhan ada 500 ha, tapi ini baru 300 ha yang diuji coba. Tiga sampai empat hari lagi pasti yang terlihat hanya jagung karena rumput-rumput sudah di semprot dan ini masih proses. Masyarakat di sini sangat berterimakasih dengan Presiden Jokowi atas dibangunnya bendungan tersebut, yang awalnya dari lahan tidur sekarang sudah bisa terbantu, sekarangg kita coba diversifikasi ke jagung yang awalnya tanam padi sawah," ujar Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian, Petrus Bone, Senin (19/10/2020).

Rencananya setelah panen jagung, petani berganti menanam padi karena diperkirakan curah hujan akan naik sekitar bulan Januari. 

Ini merupakan hal baru bagi petani di daerah Fatukety karena baru pertama kali menanam jagung, menurut Petrus para petani perlu diberi pelatihan-pelatihan.

"Selain itu harapannya dengan adanya bendungan ini bisa kontinyu untuk menananam jagung dan padi," pungkasnya.

Sumber: Radar Surabaya