Blog •  23/11/2020

Briket dari Tongkol Jagung dan Daun Jati Karya Mahasiswa UNY

Yogyakarta - Persediaan bahan bakar fosil yang semakin menipis seiring dengan meningkatnya permintaan bahan bakar. Hal ini dikhawatirkan persediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Diperlukan bahan bakar alternatif sebagai pengganti, salah satunya briket.

Briket adalah bahan bakar padat yang berasal dari biomassa yang yang ramah lingkungan. Salah satu sumber energi biomassa di Indonesia yang potensial adalah limbah pertanian, seperti sekam padi, jerami, ampas tebu, batang dan tongkol jagung serta limbah-limbah pertanian/perkebunan lainnya.

Salah satu limbah pertanian yang cukup potensial untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif adalah tongkol jagung. Ketersediaannya yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini yang melatarbelakangi mahasiswa prodi Pendidikan IPA Fakultas MIPA UNY membuat briket dari bonggol jagung dan daun jati kering. Mereka adalah Fina Indriyani, Afifah Fadilah Hasna dan Ridzky Ardiyansah Jati.

Jumlah daun jati kering sangat banyak dan belum banyak orang yang memanfaatkan.

Mereka menyebut memanfaatkan daun kering jati dan tongkol jagung yang jumlahnya sangat banyak bisa menjadi energi alternatif sekaligus mengurangi limbahnya yang hanya terbuang. Daun jati kering dengan bahan perekat kanji merupakan bahan pembuatan briket yang akan digunakan dalam sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.

"Jumlah daun jati kering sangat banyak dan belum banyak orang yang memanfaatkan. Bila ada yang memanfaatkannya, biasanya digunakan hanya sebagai alas hewan ternak sapi," kata Afifah Fadilah Hasna dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar, Sabtu, 21 November 2020 .

Ridzky Ardiyansah Jati mengungkapkan, bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan briket ini adalah daun jati kering, bonggol jagung, minyak tanah, tepung kanji dan air. “Pembuatan briket melalui dua proses yaitu karbonisasi daun jati dan tongkol jagung serta pembuatan briket itu sendiri” katanya.

Cara Pembuatan Energi Ramah Lingkungan

Langkah pertama melakukan pengumpulan tongkol jagung dan daun jati lalu dibersihkan. Jemur tongkol jagung dan daun jati kering di bawah sinar matahari sampai kelihatan semuanya kering. Tongkol jagung dan daun jati kemudian dimasukkan ke dalam drum secara terpisah dan dibakar.

Saat api terlihat membesar maka bonggol lainnya ditambahkan ke dalam drum hingga yang terlihat hanya asap yang keluar. Setelah kelihatan sudah terbakar semua, drum langsung ditutup. Tunggu sekitar 15 menit sampai panas yang ada dalam drum hilang.

Arang dikeluarkan dan dipisahkan antara yang terbakar dengan yang tidak maupun yang menjadi abu. Hanya arang yang diambil lalu giling hingga halus dan siap dicetak menjadi briket.

Tahap berikutnya adalah pembuatan briket. Bubuk arang yang dihasilkan dimasukkan ke dalam tempat untuk dicampur dengan menambahkan kanji, arang sebanyak 90 persen dan air panas secukupnya. Setelah bubuk arang tercampur dengan baik, maka adonan tersebut dikeluarkan dan selanjutnya dilakukan pencetakan briket.

Briket dicetak dengan menggunakan pipa tabung satu bentuk cetakan. Lalu ditimbang untuk mendapatkan berat awal briket. Simpan briket pada tempatnya, dan mencatat hasil pengukuran seperti berat briket. Melakukan proses pengeringan 2-3 hari sampai benar-benar kering. Briket siap digunakan.

Sumber: Tagar