Blog •  2020-03-02

Cara Mengendalikan Hama Ulat Cabai

Petani cabai seringkali mengeluhkan akan adanya serangan hama ulat yang merusak daun atau buah tanaman cabai mereka. Hama ulat sendiri memang merupakan hama populer untuk sayuran di dataran rendah, tidak terkecuali cabai.

Ulat yang sering menyarang tanaman cabai diantaranya adalah ulat grayak (Spodoptera litura) dan ulat buah Helicoverpa sp..

Ulat grayak biasanya akan memakan daun sampai bolong-bolong sehingga menganggu kemampuan fotosintesis tanaman. Pada tingkat yang parah ulat grayak memakan habis seluruh daun dan hanya menyisakan tulang-tulang daun. Sedangkan ulat buah akan membuat lubang pada buah cabai baik yang masih hijau ataupun yang sudah berwarna merah.

Kedua jenis ulat ini sangatlah merugikan karena menyerang tanaman secara bergerombol dan massif . Ulat biasanya menyerang pada malam hari dan juga seringkali bersembunyi di pangkal tanaman sehingga ulat-ulat ini bisa lolos dari pengamatan petani.

Nahh, untuk mengendalikan ulat-ulat tersebut, maka petani dapat melakukannya secara terpadu dengan menggunakan beberapa langkah seperti berikut ini.

Mekanis

Pengendalian dapat dilakukan dengan cara memunguti ulat pada malam hari secara menyeluruh.

Kultur teknis

Pengolahan tanah secara sempurna sangat dibutuhkan. Dalam proses pengolahan tanah, bedengan harus cukup lama dibolik-balik dan dikeringkan agar sisa-sisa ulat atau pupa benar-benar mati. Selain itu, Gulma yang ada di parit, bedengan atau bahkan di lubang tanam harus dibersihkan, karena gulma-gulma tersebut bisa menjadi inang dari hama ulat.

Pemasangan perangkap imago hama

Imago ulat dapat ditangkap dengan cara dipasangkan perangkap berupa sex ferromone “ugratas” di areal yang terserang. Ugratas berbentuk seperti sonar plastik kecil berwarna merah. Ujung-ujungnya dipotong, kemudian digantungkan di dalam botol bekas air mineral yang telah diberi lubang.

Lubang dibuat menggunakan pisau hingga membentuk huruf “X”. Keempat sisi lubang ini dilipat ke dalam agar imago yang masuk ke dalamnya akan sulit untuk keluar lagi. Ugratas yang telah dipotong akan memancarkan aroma birahi dari imago betina sehingga imago jantan akan berusaha mendatanginya.

Setelah terperangkap, populasi imago jantan akan menurun sehingga imago betina tidak terkawini. Akibatnya, populasi ulat akan menurun drastis.

Pemanfaatan musuh alami

Ada beberapa musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat, antara lain parasitoid telur Trichogramma , parasitoid larva Diadegma argenteopilosa, jamur Metharhizium, dan nematoda parasit serangga.

Penyemprotan insektisida

Insektisida hanya dapat digunakan untuk mengendalikan ulat pada fase (instar) awal. Bila telah memasuki instar akhir (3-4), ulat akan sulit dikendalikan. Penyemprotan beberapa saat setelah telur menetas sangat membantu menurunkan populasi ulat.

Sumber: 8Villages