Blog •  13/01/2020

Cegah Stunting, Dedi Mulyadi Inisiasi Tanam Benih Padi Inpari IR Nutri Zinc

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menginisiasi penanaman benih padi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu upaya meminimalisir kasus stunting. Penaman benih padi itu dilakukan bersama guru, siswa, Dinas Pendidikan, Dinas Pangan dan Pertanian setempat di SD Negeri 8 Ciseureuh, Rabu (8/1/2020). Sebelum penanaman, Dedi menyosialisasikan terlebih dahulu mengenai penanaman benih padi Inpari IR Nutri Zinc.

"Penanaman dapat dilakukan melalui media lain, seperti ember atau polybag, para siswa dapat melakukannya di sekolah atau rumah sekali pun," ujar dia usai kegiatan.

Menurutnya, sebagian masyarakat kehilangan pengetahuan tentang gizi, protein dan tentang nutrisi. Kemudian akhirnya mereka bergantung terhadap uang, membeli makanan di warung yang tidak terjamin ada kandungan nutrisi dan proteinnya. Untuk itu, ia mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk memahami soal makanan yang dikonsumsi setiap hari. Terutama kepada para siswa di sekolah.

"Walau bukan kewenangan saya, tetap sebagai orang yang mempunyai emosional dengan pendidikan di sini, saya meminta penanaman padi bernutrisi tinggi hasil penelitian Balai Pangan Ciasem Subang ini menjadi indikator penilaian siswa," ujar dia. Ia mengatakan, setiap anak yang berhasil menanam padi dan panen misal hingga 30 batang dalam satu butir berhak mendapat nilai tinggi dalam pelajaran IPA. "Ini merupakan pendidikan karakter yang harus mulai ditanamkan sejak dini. Kemudian anak-anak diajarkan riset. Jadi anak-anak mengamati tanaman yang mereka tanam," kata Dedi. Menurutnya, stunting menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membangun karakter dan kesehatan anak. Masalah yang bermula dari minimnya asupan gizi itu kini sedang ditangani secara serius melalui berbagai program. Ia pun berkomitmen akan mendorong agar pemerintah daerah bekerja sama dengan balai penelitian pangan yang ada untuk mengembangkan potensi tersebut. Sebab saat ini penanaman padi tidak perlu media sawah, cukup ember dan lainnya. "Dengan teknologi yang sekarang ini padi tidak hanya ditanam di sawah. Bisa di ember, polybag atau media apa saja bisa di halaman rumah bahkan di kamar. Bayangkan kalau gerakan ini rakyat mengikuti semua maka kita tidak perlu impor. Dan paling utama dua hal yang diselesaikan adalah swasembada pangan dan stunting," ucapnya.

Sumber: AyoBandung