Blog •  28/08/2020

Dahsyat Serangan Hama Wereng, Pandeglang Gagal Panen

© Endang Mulyana
© Endang Mulyana

KABAR BANTEN - Serangan hama wereng tahun ini dahsat melanda area tanaman padi di dua wilayah kecamatan, Picung dan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang. Akibatnya, tanaman padi milik petani mengalami gagal panen.

Kasus gagal panen tersebut mengundang perhatian Ketua Komisi II DPRD Pandeglang, Agus Sopian. Politisi PKS tersebut langsung mengecek lahan tanaman padi milik petani yang gagal panen.‎

"Saya sudah cek dua lokasi pertanian mengalami gagal panen. Saya juga telah mendapat aspirasi petani yang mengalami kerugian gagal panen akibat serangan hama wereng," kata Agus kepada Kabar Banten, Kamis 26 Agustus 2020.

Agus meminta kepada Dinas Pertanian agar merespon cepat kasus gagal panen. Sebab, ini terjadi bukan di satu lahan pertaian, melainkan ‎sudah melanda dua kecamatan, Picung dan Sindangresmi.

Ia juga meminta petugas penyuluh pertanian untuk segera melakukan pendampingan kepada petani yang gagal panen. Jangan sampai serangan hama wereng melanda daerah lain.

"Kasihan petani di masa pandemi Covid-19, harus mendapat musibah gagal panen," ujarnya.

Menurut Agus, Dinas Pertanian harus mengerahkan seluruh kemampuannya mengatasi persoalan gagal panen. Kerahkan petugas PPL, gulirkan sarana dan prasarana serta bantu para petani," ujar Agus.

Sementara, tokoh muda petani asal Sindangresmi, Daeng mengaku telah menyampaikan aspirasi gagal panen melalui gerakan orasi di Pandeglang. Tuntutannya meminta agar Dinas Pertanian mengerahkan PPL untuk mendampingi para petani.

"Kami minta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap petani. Jangan sampai gagal panen meluas di Pandeglang," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Pandeglang, Budi S Januardi membenarkan saat ini ada beberapa wilayah pertanian mengalami gagal panen.

Penyebab gagal panen adalah serangan hama wereng.

"Ya, tahun ini serangan hama wereng terjadi di mana-mana di setiap kabupaten lain, termasuk Pandeglang. Kami sudah kerahkan PPL untuk mendampingi petani dan akan segera memfasilitasi petani untuk mendapatkan jaminan asuransi yang besaran preminya 80 persen dari pemerintah daerah," kata Budi.

Budi mengaku sudah melakukan upaya pendampingan dan gerakan pengendalian hama hama wereng di sejumlah lahan tanaman padi di Carita, Menes dan Saketi.

"Kita memang kehabisan stok pestisida. Nanti akan kita ajukan lagi ke provinsi," ujarnya.

Selain itu, kata Budi, pemerintah akan menyiapkan bantuan benih padi dan pupuk bagi petani yang gagal panen untuk masa tanam berikutnya.

"Benar, serangan hama wereng tidak bisa dibiarkan karena bisa meluas. Ini akan segera kita atasi," ujarnya.

Sumber: Kabar Banten