Blog •  16/11/2021

Daya Beli Petani di Sumut Meningkat, Jagung dan Gabah Pegang Andil Terbesar

Something went wrong. Please try again later...

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) atau daya beli petani di pedesaan mengalami peningkatan.

Adapun per Oktober 2021, NTP Sumut sebesar 123,21 persen, naik 2,16 persen dibanding September 2021 sebesar 120,61 persen.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi mengungkapkan jika perbaikan daya beli petani dipengaruhi oleh empat subsektor pertanian.

"Kenaikan NTP Oktober 2021 disebabkan oleh naiknya NTP pada empat subsektor, yaitu NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,65 persen, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,71 persen, NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,26 persen, dan NTP subsektor Perikanan sebesar 0,78 persen," ungkap Syech, Selasa (16/11/2021).

Sementara itu, NTP subsektor Hortikultura mengalami penurunan sebesar 1,26 persen.

Disebutkan Syech, jagung dan gabah memegang andil besar dalam kenaikan NTP di pedesaan.

"Pada subsektor Tanaman Pangan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan NTPP adalah komoditas gabah sebesar 0,34 persen dan jagung sebesar 0,12 persen," ujarnya.

Kemudian, Pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan NTPR, yaitu kelapa sawit sebesar 3,74 persen, karet sebesar 0,22 persen, dan kakao/coklat biji sebesar 0,06 persen.

Sementara itu, dari segi subsektor perikanan, kepiting payau juga turut memegang andil besar dalam perbaikan tingkat beli petani di pedesaan.

Adapun untuk kepiting payau sebesar mendominasi sebesar 0,72 persen, ikan kembung (kombong/sumbo) sebesar 0,36 persen, dan ikan nila tawar sebesar 0,13 persen.

Namun, dalam NTP Oktober 2021 ini, subsektor Holtikultura agak menahan laju persentase daya beli petani di pedesaan.

Pada subsektor Hortikultura, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan NTPH, diantaranya kentang sebesar 0,32 persen, tomat sebesar 0,17 persen, dan cabai hijau sebesar 0,12 persen.

Sumber: TRIBUN-MEDAN