Blog •  27/01/2020

Dinas Pertanian Jatim Pastikan Stok dan Pasokan Jagung Cukup Aman

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Ketersediaan jagung di Provinsi Jawa Timur diinformasikan masih aman. Perkembangan informasi ketersediaan jagung di Jawa Timur untuk musim tanam tahun 2020 mencapai 18.683 ha. Angka ini berdasarkan monitoring luas tanam secara harian untuk panenan jagung bulan Januari 2020 yang ada di 28 kabupaten/kota.

Secara umum, pada sub round I (Januari sampai dengan Pebruari) di tahun 2020 ini luas panen jagung 427.454 ha dan potensi produksi minimal 1.898.144 ton pipilan kering. Realita lapangan ini disampaikan oleh Hadi Sulistyo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur setelah mengikuti Rapat Kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Timur.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Hadi, panen yang terluas berada di Tuban seluas 2.816 ha, Situbondo seluas 2.004 ha, Probolinggo seluas 2.004 ha, Nganjuk seluas 1.640 ha, Kediri seluas 1.576 ha, Malang seluas 1.543 ha, dan kabupaten Blitar seluas 1.443 ha.

“Jadi potensi produksi jagung se Jawa Timur di bulan Januari ini mencapai 101.345 ton pipilan kering,” tuturnya.

Selanjutnya panenan jagung pada bulan Pebruari 2020 tercatat diperkirakan mencapai 70.352 ha yang dijumpai di 30 kabupaten/kota. Rinciannya yang terluas berada di Tuban seluas 23.125 ha, Bojonegoro seluas 9.279 ha, Ngawi seluas 6.916 ha, Bondowoso seluas 5.368 ha, Sampang seluas 4.830 ha Pasuruan seluas 2.731 ha, Pamekasan seluas 2.674 ha, Jember seluas 2.316 ha, Lamongan seluas 1.950 ha, Malang seluas 1.887 ha, Banyuwangi seluas 1.236 ha, dan kabupaten Trenggalek seluas 1.097 ha.

“Totalannya potensi produksi jagung se Jatim di bulan Pebruari ini mencapai 360.120 ton pipilan kering,” sebut Hadi.

Menurut Hadi yang perlu dipahami oleh semua pihak bahwa tata kelola kebutuhan industri pakan ternak umumnya merata sepanjang waktu, sementara produksi jagung bersifat musiman.

Hal ini berkaca pada kondisi tahun 2019 puncak panen jagung pada Sub Round I (Januari sampai dengan April) berada dibulan Maret S ub Round II (Mei sampai dengan Agustus) berada dibulan Juni dan Sub Round III (September sampai dengan Desember) berada dibulan Nopember.

Dengan kondisi tersebut langkah strategis yang diperlukan adalah dilakukannya optimlisasi manajemen stok dan penguatan permodalan di tingkat peternak. “ Upaya ini dapat ditempuh dengan dukungan fasilitasi silo dan Pengering di tingkat Kecamatan, khususnya di sentra peternak (unggas). Keberadaanya perlu disinergikan pula dengan lembaga permodalan, khususnya dalam rangka menyerap jagung pada saat panen raya,” jelasnya

Aaspek yang tidak kalah penting lagi adanya pembinaan kepada Gapoktan dan atau Koperasi dalam rangka menjaga keberlangsungan kegiatan ini. “Dan yang perlu kita kawal dan beri perhatian lebih pada aspek distribusi jagung, implementasinya nantinya diharapkan mendukung pemenuhan bahan baku pakan ternak,” pungkas Hadi.

Direktur Pengolahan dan Pemasaan Hasil Tanaman Pangan Gatut Sumbogodjati di tempat terpisah juga menyatakan bahwa panen di Jatim masih berlimpah. “Panen bulan ini kan hasil pertanaman bulan Oktober lalu, bulan lalu kita memang meminta teman-teman daerah push ke petani untuk tetap tanam. Untuk apa? Ya supaya pas bulan Januari seperti ini masih ada stok jagung,” ujar Gatut.

Gatut tak menampik bahwa memang stok jagung di divre Bulog kosong, namun menurutnya hal ini karena belum menyerap jagung petani. “Ini bukan berarti di Jatim tidak ada produksi jagung, nyatanya laporan dari Dinas Pertanian Jatim menyatakan masih banyak panen,” ujarnya.

Secara nasional, diperkirakan pada bulan Februari akan dipanen 476.466 hektar, lebih dari cukup memenuhi kebutuhan jagung. Sebaran terdiri 95.600 hektar di Sumatera, 245.200 hektar di Jawa, 93.700 hektar di Sulawesi dan sisanya ada di provinsi lain.

Produksi jagung sepanjang tahun 2020 diperkirakan akan jauh lebih tinggi dari 2019 karena berbagai upaya program peningkatan luas tanam dan produktivitas. Bisa diprediksi stok jagung akan aman sepanjang tahun 2020.

Kembali Gatut juga mengingatkan menjelang panen raya jagung Februari hingga April 2020 perlu penyiapan sarana panen, terutama pengering dan gudangnya agar hasil panen bisa disimpan dan dijual kembali saat harga masih tinggi. “Hal ini untuk menjaga agar harga yang diterima petani tidak anjlok saat panen raya,” tuturnya.

Sumber : TRIBUNNEWS