Blog •  20/10/2020

Diserang Tikus, Petani Jagung Mojowarno Gagal Panen

© INUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG
© INUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG

JOMBANG – Petani jagung di Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang gagal panen. Ini setelah jagung yang siap panen habis dimakan tikus. ’’Jagungnya dimakan tikus semua,’’ keluh Supri, petani yang tanaman jagungnya seluas satu hektare diserang tikus, Sabtu (17/10/2020).

Kondisi pipil jagung sudah tak karuan. Sebab, biji pipil itu tak lagi dilapisi kulit. Semua sudah dijarah tikus. Bahkan, biji jagung di setiap pohon sudah tak utuh lagi. Bonggol yang tersisapun dalam keadaan kering.

Supri menyebut, serangan tikus dirasakan sejak awal tanam. Saat itu usia jagung sekira dua minggu.

’’Serangannya hampir dua bulan, waktu awal itu nyerang tanaman,’’ imbuh dia. Seiring berjalannya, serangan tak kemudian berhenti. Padahal dia sudah melakukan berbagai upaya mulai dari membasmi dengan racun tikus, sampai melakukan perburuan bersama petani lain. Tikus tetap saja mengincar tanaman jagung.

Tak ayal, jagung yang baru tumbuh, langsung menjadi sasaran berikutnya. ’’Hama tikus ini susah, sudah pernah saya kasih racun dan diburu. Tapi hasilnya nol, sampai sekarang masih nyerang,’’ sambung lelaki 55 tahun ini.

Kenyataan inipun membuat dia tak bisa berbuat banyak. Sebab, waktu panen tinggal menghitung hari. Sementara jagung tak bisa dipanen. ’’Petani jelas rugi sekitar 90 persen dan gagal total,’’ terang dia.

Supri lantas menyebutkan biaya yang sudah dikeluarkan untuk perawatan tanaman jagung miliknya mencapai Rp 12 juta. Biaya perawatan itupun dari kocek pribadinya. Selama ini, belum pernah ada bantuan untuk penanggulangan hama tikus.

Lantaran sebagain besar diserang tikus, maka biaya balik modal saja dirasakan cukup berat. ’’Kalau masih dapat ya syukur, paling sekitar Rp 5 juta, itu sudah baik,’’ sebutnya.

Hal sama juga dirasakan petani lainnya Kusnan, yang kebetulan sawahnya bersebelahan dengan sawah milik Supri. Tanaman jagung milik Kusnan juga diserang hama tikus. ’’Hampir semua kena serangan tikus, sekitar 7 hektare. Selain tanaman, tikus juga makan buahnya,’’ papar dia.

Tak sedikit petani yang berputus asa setelah melihat serangan tikus tak terkendali. Tanaman jagung akhirnya dibabat habis. Sebagian dijual tebonan, dan yang lainnya dibawa pulang untuk pakan ternak. ’’Daripada dibiarkan di sawah tidak dipanen, lebih baik ditebangi,’’ pungkasnya. 

Sumber: Radar Jombang