Blog •  27/10/2021

Gandum dan Kentang Granola Kab. Pasuruan Berpotensi Ekspor

© dok. Kementan
© dok. Kementan

Bisnis.com, PASURUAN — Pemkab. Pasuruan mendorong pengembangan produksi gandum dan kentang granola karena kualitasnya bagus sehingga berpotensi untuk ekspor. Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib Imron, meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten setempat agar semakin intensif dalam upaya meningkatkan produktivitas budi daya tanaman tersebut, terutama di Kecamatan Tosari. “Kedua tanaman pangan yang merupakan primadona potensi pertanian di Kabupaten Pasuruan,” katanya, Minggu (24/10/2021). Kentang granola dan gandum tidak hanya diserap di lingkup Jawa Timur saja, melainkan sudah merambah ke berbagai daerah di tanah air. Karena potensinya yang luar biasa, dia meminta Dinas Pertanian bisa memasukkan program budidaya gandum dan kentang untuk pengembangan dan peningkatan produktivitas.

Gandum maupun kentang merupakan kebanggaan Kabupaten Pasuruan sehingga pengelolaannya harus terus dibina. Kentang yang selama ini dibudidayakan di Kecamatan Tosari lebih dari 10 tahun silam tersebut pernah mendapatkan dana stimulan dari pemerintah pusat. “Secara potensi, gandum dan kentang granola sangat prospektif untuk bisa diekspor. Kualitasnya tidak kalah, bahkan lebih bagus dari kentang dari Australia. Itu juga yang membuat banyak petani dari luar daerah yang mengambil benih kentang di sini,” tuturnya saat ikut memanen gandum dan kentang granola di Desa Ngadiwono, Kec. Tosari. Gandum sebagai tanaman alternatif rotasi dengan tanaman kentang mulai dibudidayakan di tujuh wilayah di Kabupaten Pasuruan sejak 2000, yakni di Kecamatan Tosari, Puspo, Tutur, Purwodadi, Purwosari, Prigen, dan Lumbang dengan luas tanam sekitar 120 hektare.

Setidaknya terdapat 14 jenis Gandum yang ditanam terdiri dari 12 galur dan 2 varietas (DWR-162 dan TSR Nias). Dalam perjalanannya, kontur tanah di Kecamatan Tosari sangat cocok ditanami gandum. Terlebih pascaditetapkannya Kecamatan Tosari sebagai daerah dengan sumber benih terbaik tingkat nasional oleh Kementerian Pertanian. Ada tiga desa di kaki Gunung Bromo yang selama ini terkenal dengan gandumnya, yakni Desa Ngadiwono, Baledono, serta Desa Tosari. Selain memperoleh pendanaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan, pengembangan budidaya gandum juga dilakukan melalui program kerja sama Counterpart Fund (CF) bersama Second Kennedy Round (SKR). Dari luasan lahan yang ditanami, 60 persen produksinya disiapkan sebagai sumber benih gandum nasional.

Sedangkan kentang granola dari Tosari, juga terdistribusikan lintas pulau, bahkan sudah berhasil menembus pasar luar negeri, di antaranya sampai ke Singapura.

Sumber: Bisnis