Blog •  2020-03-26

Gelar Sosialisasi Alsintan, Mentan Ingin Petani Melek Teknologi

Alsintan tersebut berupa 38 unit traktor roda dua, 13 unit cultivator atau pengolah tanah, 29 unit pompa air, 15 unit power thresher (perontok padi) © (Dok Kementerian Pertanian)
Alsintan tersebut berupa 38 unit traktor roda dua, 13 unit cultivator atau pengolah tanah, 29 unit pompa air, 15 unit power thresher (perontok padi) © (Dok Kementerian Pertanian)

KOMPAS.com - Guna meningkatkan pengetahuan para petani di Kudus dalam penggunaan alat mesin pertanian ( Alsintan), Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pelatihan khusus lewat Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Adapun kegiatan yang bertajuk Pelatihan Teknis Alsintan tersebut digelar dari tanggal 19 Juni hingga 21 Juni 2019 di UPJA Manunggal Karyo, Desa Kutuk, Kudus, Jawa Tengah. Tercatat sebanyak 30 orang yang terdiri dari Penyuluh Pertanian, Kelompok Tani (Poktan), Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Pengelola UPJA mengikuti pelatihan tersebut.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menilai, pelatihan ini sangat positif karena mendorong petani agar bisa memanfaatkan alat tersebut dengan optimal.

"Diharapkan para petani menjadi terbiasa dengan teknologi," terang Sarwo di Jakarta, dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (25/6/2019). Lagi pula, lanjut Sarwo, perkembangan teknologi mekanisasi pertanian kini sudah amat pesat. Maka dari itu, mau tidak mau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) harus dapat memenuhi kebutuhan petani melalui pelayanan sosialisasi alsintan.  Itulah yang menjadi alasan belakangan ini UPJA di beberapa daerah rutin memberikan sosialisasi soal alsintan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, pembangunan pertanian di wilayahnya sangat terbantu dengan adannya bantuan alsintan.

Hal ini terbukti dengan meningkatnya produktivitas di bidang pertanian. "Ke depan, kami berharap banyak bantuan alsintan yang diberikan sesuai kebutuhan di lapangan, seperti Combine Harvester besar untuk memperkuat Brigade di Kudus," imbuhnya.  Selain cara penggunaan, dalam pelatihan ini juga menjelaskan mengenai kinerja dan perawatan yang dibutuhkan oleh alsintan yang ada. 

 "Sehingga apabila terjadi kerusakan bisa langsung ditangani dan diperbaiki sehingga bantuan yang diberikan tidak mangkrak. Selain itu umur alsintan juga lebih panjang," pungkasnya.

Sumber : Kompas