Blog •  05/01/2021

Gunungkidul Targetkan 250.000 Ton Gabah Kering Giling di Panen Perdana

Something went wrong. Please try again later...
© AntaraFoto/ Yusran Uccang
© AntaraFoto/ Yusran Uccang

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menargetkan produktivitas sebanyak 250.000 ton gabah kering giling di masa panen perdana tahun ini. Total hingga saat ini tercatat luas lahan padi mencapai 48.104 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, hasil pengamatan di lapangan tanaman padi di musim pertama tumbuh dengan subur. Dia pun optimistis di panen perdana ini produktivitas dapat dioptimalkan.

Menurut dia, masa panen diperkiarakan mulai akhir bulan ini, khususnya di lahan yang berada di wilayah Selatan Gunungkidul. Di panen perdana ini, dinas pertanian dan pangan menargetkan produktivitas sebanyak 250.000 ton gabah kering giling. Raharjo menuturkan, target ini bisa dipenuhi karena melihat perkembangan tanaman padi yang ada.

Selain itu, keyakinan akan target dapat terpenuhi tidak lepas hasil panen di tahun lalu. Ia menuturkan di periode yang lalu, dari panen yang ada bisa menghasilkan gabah kering giling sebanyak 291.772 ton. “Ini kan dalam setahun dan saya yakin target bisa terpenuhi,” katanya.

Ditambahkan dia, untuk masa tanam pertama ada lahan seluas 48.104 hektare yang ditanami padi. Sesuai dengan karakteristik kewilayahan di Gunungkidul, di masa tanam pertama ini padi sangat mendominasi. Namun saat masa tanam kedua dan ketiga, cakupan lahan yang ditanam mengalami penyusutan karena disesuaikan dengan ketersediaan air untuk pemeliharaan.

“Ya kalau musim pertama hampir semua lahan ditanami padi,” katanya.

Salah seorang petani di Kapanewon Patuk, Sularto mengatakan, pihaknya optimistis panen perdana tahun ini hasilnya bisa maksimal. Meski ada kekhawatiran terhadap cuaca ektrem, namun ia menilai tanaman padi dapat tumbuh dengan subur. Di sisi lain, serangan hama juga relative terkendali sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Saya kira hasilnya akan baik sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan,” katanya.

Sumber: Harianjogja