Blog •  17/11/2020

Hadiri Panen Jagung, Chairil Minta Tenggarong Seberang Tingkatkan Produksi Pangan untuk Sangga IKN

TENGGARONG – Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H Chairil Anwar melakukan penen raya Jagung Hibrida di kawasan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Subur Makmur Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, pekan tadi.

“Alhamdulillah panen ini patut disyukuri. Ini merupakan salah satu peluang menjanjikan bagi para petani yang ada di Tenggarong seberang untuk meningkatkan perekonomiannya,” kata Chairil.

Menurut Chairil, penanaman jagung hibrida tersebut merupakan salah satu dari program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pangan yakni Revolusi Jagung. Selain itu, Tenggarong Seberang juga salah satu kawasan penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru. "Untuk itu, ketahanan pangan di Kukar harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Chairil mendorong agar penanaman jagung hibrida di Loa Lepu terus dilakukan, mengingat apa yang dihasilkan dari panen saat ini begitu menjanjikan dengan luasan satu hektare saja saja dapat menghasilkan 7,9 ton.

“Terus berusaha, tingkatkan produksi pertanian, termasuk jagung hibrida. Saya berharap kedepannya dalam sehektar lahan, bisa menghasilkan 10 ton. Saya juga minta dinas terkait melalui para penyuluh pertanian agar terus melakukan pembinaan ke warga tani, sehingga kualitas produksi yang dihasilkan berdaya saing,” tandasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan Kaltim melalui Rini Susilowati mengapresiasi atas panen raya jagung hibrida oleh gabungan kelompok tani Subur Makmur Loa Lepu.

“Bersama kita terus tingkatkan kualitas panen, sehingga mutu produk jagung hibrida menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi para petani,” apresiasi Rini.

Diakui Rini, produksi jagung hibrida tahun ini mengalami penurunan dari tahun 2019 produksinya mencapai 116 Ton/tahun dan pada tahun 2020 turun menjadi 64 ribu ton.

“Ya, ada penurunan produksi jagung hibrida dibanding tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan bantuan benih dari pemerintah pusat menurun. Sebelumnya mendapat bantuan benih 23 hektare lalu turun tahun 2020 menjadi 15 ribu hektare. Kendati ada penurunan, ayo bersama maju membangun ketahanan pangan di bumi Kaltim dan Indonesia,” ajak Rini, bersemangat.

Sumber: Kaltim Tribunnews