Blog •  03/01/2022

Harga Jagung Stabil meski Beli di Kebun Petani

© Sofyan
© Sofyan

TARAKAN, Koran Kaltara – Petani jagung di Tarakan siap-siap ketiban rezeki berlimpah menjelang malam pergantian tahun. Sebab, jagung menjadi satu di antara pelengkap rutin dalam momen pergantian tahun.

“Alhamdulillah sudah siap panen dan ini bisa sampai malam tahun baru nanti. Kami jual sesuai dengan harga pasar, setiap Rp10 ribu kita beri 3-4 dongkol tergantung ukuran. Saat ini kebutuhan jagung manis sudah mulai meningkat, sudah banyak yang beli untuk persiapan perayaan tahun baru atau hanya sekedar ingin merasakan makan jagung manis,” terang Sri Darmawan, salah seorang petani jagung di Juata Permai.

Untuk memenuhi kebutuhan jagung manis, dirinya menanam lebih banyak dari musim tanam biasnya.

Kali ini ada 1 hektare lahan yang ditanami khusus jagung manis, dan saat ini sudah mulai memasuki masa panen.

Pesanan sudah mulai datang dari berbagai kalangan, baik per orang maupun komunitas yang ingin merayakan momen tahun baru.

Petani yang fokus menanam beberapa jenis buah-buahan ini mengaku tidak menaikkan dan menurunkan harga, karena jika harga jual berubah maka akan mempengaruhi harga jagung manis yang ada di petani lain.

Oleh karena itu, dirinya bersama para petani lain sepakat untuk tetap menjaga harga supaya stabil.

Jagung yang ditanam oleh petani Tarakan masih berkonsentrasi pada jagung konsumsi yang memiliki rasa manis dan gurih, sedangkan untuk jagung pipil belum tergarap dengan maksimal karena pemanfaatannya masih terbatas.

Meskipun demikian, petani Tarakan mulai merencanakan menanam jagung pipil dalam skala besar karena akan ada pembukaan pabrik pakan ternak dengan bahan baku jagung.

“Kalau jagung pipil masa tanam lebih lama karena harus menunggu kering, kalau jagung manis 75 hari sudah bisa panen sehingga lebih efisien dan menguntungkan. Kalau jagung pipil saat ini belum ada kebutuhan, tetapi kami akan mencoba karena akan ada pabrik pakan ternak di Tarakan,” ungkapnya.

Salah satu pembeli yang sengaja datang ke kebun yang berada di Juata Permai, Hariyanto mengaku, selain untuk memesan jagung manis persiapan momen tahun baru, dirinya juga membeli untuk keluarga terutama bikin sayur dan bergedel yang menjadi menu kesukaan.

“Hari ini pesan untuk diambil nanti, tetapi saya beli sedikit untuk dimasak di rumah. Biasanya untuk campuran sayur bening, atau dibuat bergedel. Kebetulan anak-anak suka sehingga tadi lewat sekalian beli. Sekaligus pesan untuk kami ambil sehari menjelang malam pergantian tahun,” bebernya.

Sumber: Koran Kaltra