Blog •  16/12/2020

Hebat! Produksi Padi di Bonebol Justru Meningkat Meski di Tengah Pandemi

Hulondalo.id – Ini sejatinya merupakan kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Produksi padi di di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Provinsi Gorontalo, justru meningkat di tengah pandemi.

Bahkan tak hanya itu, meningkatnya produksi padi turut menekan lonjakan harga beras yang sebelumnya mengandalkan pasokan dari luar daerah.

“Ini tentu kabar baik bagi petani, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Tentunya ini bukan sekedar adanya intervensi dari pemerintah yang menyediakan bantuan bibit unggul, tapi juga tekad dan kegigihan para petani bekerjasama dengan penyuluh membuat produksinya meningkat,” ujar Kepala Dinas Pertanian Bonebol, Roswati Agus, Selasa (15/12/2020).

Dikatakan Roswati, luas panen padi tahun ini mencapai 4.913 Hektar jika dibandingkan tahun 2019 seluas 4.781 Hektar. Sedangkan untuk produktivitasnya, tahun ini meningkat rata-rata menjadi 6,23 Ton gabah kering panen (GKP) dibandingkan Tahun 2019 sebesar 5,02 Ton GKP.

“Bahkan ada di Desa Tanggilingo (Kecamatan Kabila) produksinya mencapai 12,92 Ton GKP. Tahun ini pula, petani di Bone Bolango melakukan 3 kali panen dengan luas 4.913 Hektar,” sambung Roswati.

Sementara berdasarkan data hasil ubinan KSA BPS dan Swadaya, dari capaian produktivitas rata-rata 6,23 Ton GKP itu diperoleh masing-masing 4,68 Ton GKP pada musim tanam I, 4,74 Ton GKP pada musim tanam II dan 9,26 Ton GKP pada musim tanam 3.

Salah seorang petani, Fandi Tangahu pun mengaku sangat bahagia. Warga Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Bonebol itu mengaku, selain pandemi Covid-19 yang sempat meruntuhkan moral para petani, serbuan beras dari daerah tetangga dirasa cukup mengkhawatirkan.

“Alhamdulillah, panen padi Saya meningkat. Saya berharap untuk daya jual juga meningkat dan semoga beras lokal kita bisa bersaing dengan beras dari daerah lainnya,” kata Fandi.

Senada juga diungkapkan Abdul Karim Paulutu, petani lainnya. Menurutnya, masa panen sebelumnya rata-rata memproduksi 6 Ton GKP, namun musim panen di masa pandemi Covid-19 ini malah naik menjadi 12 Ton GKP.

“Ini semua berkat peran penyuluh dan pendampingan untuk kelompok pertanian. Kami berharap ke depannya agar ini (koordinasi) lebih diperkuat,” tutur Abdul.

Koordinator BPP Kecamatan Tilongkabila, Anton Hadjarati mengakui, selain pandemi Covid-19 yang nyaris membuat frustasi para petani, banyaknya beras dari luar daerah yang masuk ke Gorontalo berpotensi mereduksinya nilai jual beras lokal.

“Alhamdulillah, panen kali ini rata-rata produktivitas di desa se-Kecamatan Tilongkabila sangat menunjang. Seperti di Desa Permata, yang naik cukup signifikan hampir 100%, yakni mencapai 12,8 Ton GKP. Semoga ini bisa membuat petani kita benar-benar sejahtera karena kenaikan produksi akan berdampak penuh secara ekonomi,” tandasnya.

Sumber: Hulondalo