Blog •  02/11/2020

Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Pacu Produksi Jagung

© Antara
© Antara

Bisnis.com, KUPANG – Petani di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, panen jagung di areal seluas 375 hektare. Pengembangan tanaman jagung itu dimaksudkan sebagai dukungan terhadap program Tanam Jagung Panen Sapi, yang digalang Pemprov NTT.

Panen jagung dilakukan secara simbolis oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe di dua titik lahan jagung milik Kelompok Tani Mutiara, Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, dan Kelompok Tani Fajar Kasih, Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, pada Jumat (30/10/2020).

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dalam keterangan pada Sabtu (31/10/2020), mengatakan massa panen jagung di daerahnya akan dilakukan selama beberapa hari ke depan dengan total luas lahan 375 hektare.

"Lahan jagung yang dipanen ini merupakan bagian dari alokasi lahan untuk mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi di Kabupaten Kupang pada musim tanam April-September 2020," paparnya.

Dia menjelaskan awalnya alokasi lahan untuk program Tanam Jagung Panen Sapi di Kabupaten Kupang mencapai 2.600 hektare.

Namun, setelah dilakukan verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk musim tanam April-September 2020 diperoleh luas lahan yang dipanen 375 hektare di Kecamatan Sulamu dan Kecamatan Fatuleu Barat.

Jerry mengajak masyarakat setempat terus bekerja keras menyukseskan program Tanam Jagung Panen Sapi melalui peningkatan produktivitas tanaman jagung untuk menambah pendapatan dan kesejahteraan.

Pemkab Kupang, lanjutnya, bersama Pemprov NTT, terus memberikan dukungan untuk peningkatan produktivitas pertanian selain membangun infrastruktur seperti akses jalan.

"Akses jalan seperti ke Fatuleu Barat sekarang sudah mulus, itu karena didukung Pemprov. Jadi, masyarakat harus yakin bahwa kita terus diperhatikan gubernur asalkan kita tetap bekerja keras dan sukseskan program Tanam Jagung Panen Sapi ini,” katanya.

Dia memastikan pemda akan terus mendorong masyarakat meningkatkan luas tanam jagung agar yang terverifikasi pada musim tanam yang akan datang bisa meningkat dibandingkan dengan saat ini.

Sumber: Bisnis