Blog •  29/09/2021

Khasiat Daun Pepaya, Bisa Mengatasi Hama Ulat Grayak

© Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
© Tribunlampung.co.id / Deni Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tak hanya bisa jadi obat, ternyata satu di antara khasiat daun pepaya ternyata bisa atasi hama ulat, seperti ulat grayak.

Dalam penelitian Potensi Daun Pepaya Carica pubescens dan Pengaruhnya terhadap Serangga Hama karangan Sofia Ery Rahayu dkk (2019) menemukan bahwa daun pepaya bisa atasi serangan hama, khususnya ulat grayak.

Ulat grayak ini termasuk hama yang sangat merugikan bagi petani.

Hama ini dilaporkan dapat menyerang lebih dari 200 spesies tanaman, mulai dari tanaman cabai, kubis, padi, jagung, tomat, buncis, tembakau, terung, kentang, hingga kacang tanah dan kacang kedelai.

Daun pepaya yang digunakan pun adalah jenis daun pepaya gunung yang diolah menjadi ekstrak.

Meskipun penyebarannya masih terbatas, namun manfaat daun pepaya ini masih tetap bisa didapatkan.

Sebab, tanaman ini tumbuh di beberapa wilayah di Indonesia, contohnya di Malang.

Berdasarkan hasil uji coba, kemampuan daun pepaya gunung dalam mengatasi serangan hama disebabkan karena adanya kandungan senyawa aktif, seperti alkaloid dan flavonoid.

Kedua senyawa tersebut dipercaya mampu memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hama ulat grayak melalui makanannya.

Alhasil, beberapa ulat grayak yang terpapar ekstrak daun pepaya gunung berhasil dibasmi.

Tak hanya itu, khasiat daun pepaya gunung ini juga bisa menyebabkan ulat grayak mengagalkan pertumbuhannya.

Adapun manfaat daun pepaya lainnya.

1. Melawan kanker serviks

Khasiat atau manfaat daun pepaya bagi perempuan, satu di antaranya dapat melawan kanker serviks.

Jenis kanker ini merupakan momok, khususnya pada perempuan. Pasalnya, penyakit ini menyerang serviks atau leher rahim.

Terlebih, rupanya jenis kanker ini disebut terbanyak kedua terjadi pada perempuan Indonesia setelah kanker payudara.

Biasanya penyakit ini disebabkan karena terserang infeksi virus menular Human Papilloma Virus (HPV).

Akan tetapi, daun pepaya memiliki manfaat untuk jenis penyakit mengerikan ini.

Dilansir dari Grid.id, bahkan dokter dan peneliti internasional dari Jepang dan Amerika Serikat telah meneliti secara luas terkait efek serta manfaat daun pepaya untuk kanker.

Hasil penelitian mereka pun telah dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology yang diterbitkan 17 Februari tahun 2010 silam.

Hasilnya ditemukan bahwa daun pepaya memiliki sifat anti-kanker atau sifat yang bisa melawan kanker atau tumor.

Disebutkan pula bahwa di dalam daun pepaya kering juga terdapat efek antikanker.

Bahkan, terbukti mampu melawan kanker serviks, kanker hati, kanker paru-paru, kanker payudara dan kanker pankreas.

Penelitian lain juga pernah dilakukan oleh peneliti lainnya asal Universitas of Florida.

Nam Dang, M.D., Ph.D., dari University of Florida menyatakan komponen dalam ekstrak teh rebusan daun pepaya terbukti mampu membunuh sel kanker secara langsung.

Ia juga berkesimpulan bahwa manfaat daun pepaya mampu memperlambat pertumbuhan semua jenis kanker atau tumor.

Semakin tinggi dosis yang dikonsumsi, maka semakin kuat pula dampak yang dihasilkan.

2. Menyehatkan rambut

Rupanya, khasiat daun pepaya dapat menyehatkan rambut ini tak terlepas dari kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.

Kandungan mineral berupa magnesium dalam daun bernama latin Carica papaya inilah yang dipercaya mampu memberikan manfaat daun pepaya itu.

Keberadaan magnesium itu dinilai mampu membantu mengurangi kerontokan dan menguatkan rambut.

Selain itu, adapula kandungan senyawa alkaloid karpain yang bisa memberikan fungsi serupa pada rambut, bahkan bisa mengatasi masalah kebotakan.

Oleh karena itu, kandungan daun pepaya sering ditemukan dalam produk shampo anti-ketombe.

3. Menghambat kanker prostat

Manfaat atau khasiat daun pepaya yang bisa didapatkan, satu di antaranya dapat menghambat kanker prostat.

Kanker prostat adalah penyakit yang biasanya terjadi pada pria.

Berdasarkan data WHO, kanker prostat ini diperkirakan diderita oleh kurang lebih 1,3 juta pria di dunia.

Sementara di Indonesia, jenis kanker ini menduduki urutan kedua sebagai jenis kanker yang paling banyak di derita pria.

Umumnya, penyakit ini hidup dan berkembang di dalam kelenjar prostat yang kemudian menyebabkan adanya gangguan dalam membuang air kecil.

Diketahui terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko terjadinya kanker prostat semakin tinggi.

Namun satu di antaranya adalah kekurangan serat.

Daun pepaya yang dikenal sebagai tanaman bernutrisi memang kerap dimanfaatkan dalam beragam jenis pengobatan kesehatan.

Berdasarkan hasil Journal of Food Science and Nutrition Research tahun 2019 yang berjudul Nutrient Composition of Carica Papaya Leaves Extracts, ada beberapa gizi dalam daun pepaya yang baik bagi kesehatan tubuh.

Di antaranya, air, protein, karbohidrat, serat, antioksidan, mineral, vitamin, dan lain-lain.

Dalam menghambat kanker prostat, khasiat daun pepaya ini didapatkan berkat kandungan serat serta senyawa yang bersifat antioksidan.

Senyawa itu adalah alkaloid yang berfungsi dalam mencegah perkembangan sel kanker, termasuk kanker prostat.

Adapula, senyawa saponin yang memiliki fungsi serupa.

Kandungan senyawa itu dipercaya mampu mengurangi kolesterol dan juga bisa mencegah terkena kanker.

Sama seperti alkaloid dan saponin, tanin juga dipercaya mampu mencegah pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Demikian ulasan singkat, tak hanya bisa jadi obat, ternyata satu di antara khasiat daun pepaya ternyata bisa atasi hama ulat, seperti ulat grayak. 

Sumber: TRIBUNLAMPUNG