Blog •  24/04/2020

Kostrawil dan Penyuluh Banten Dorong Petani Genjot Produksi Padi

© DOK KEMENTAN
© DOK KEMENTAN

Pandemi Covid-19 sudah melanda seluruh pelosok Tanah Air. Namun pangan tidak boleh bersoal sehingga seluruh insan pertanian harus kerja keras.

“Kita mempunyai tugas dan kewajiban yang sangat mulia, yaitu menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Masalah pangan jangan sampai lengah, pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia harus terpenuhi,” ditegaskan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat meninjau langsung panen padi di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten Kamis (23/4).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang ikut mendampingi Mentan menambahkan dalam kondisi apapun pertanian harus tetap berjalan karena hanya pertanianlah yang dapat sediakan pangan. “Asupan pangan yang bergizi, utamanya buah buahan dan sayuran yang mengandung Vitamin C, D, E tinggi serta ramuan herbal empon-empon mampu tingkatkan imunitas tubuh sehingga efektif dalam mencegah Covid-19,” ungkap Dedi.

Panen padi di hamparan sawah seluas 250 ha dengan varietas padi Ciherang ini menggunakan Combine Harvester dan mampu menghasilkan produktivitas sekitar 7 ton/ha GKG. Angka ini termasuk tinggi karena lebih tinggi dari rata-rata Kabupaten Pandeglang 5.9 t/ha GKG atau jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang hanya 5,2 t/ha GKG.

Lebih lanjut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauchid yang sekaligus menjadi Ketua Harian Komando Strategis Pembangunan Pertanian Wilayah (Kostrawil) menuturkan Kostrawil dan segenap Penyuluh Propinsi Banten siap mendampingi dan mendorong petani untuk menggenjot produksi padi.

“Penyuluh dan petani berada di garda terdepan dalam memproduksi berbagai komoditas pertanian. Saat ini adanya Alsintan sangat membantu efektifitas panen. Penggunaan alsintan di masa pandemi Covid-19 ini dinilai tepat karena selain efektif dan efisien juga jumlah tenaga operator sangat minimal sehingga mengikuti kaidah social distancing atau menghindari kerumunan,” tutur Agus.

Pada kesempatan yang sama Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang ikut hadir melaporkan Kabupaten Pandeglang sudah mampu swasembada beras. Bahkan Pandeglang menjual kelebihan berasnya ke kabupaten tetangga terutama ke Kota Serang bahkan juga ke DKI Jakarta.

Irna juga menyambut baik program Kementan membangun Komando Strategis Pembangunan Pertanian tingkat kecamatan (KOSTRATANI) di semua BPP di Kab Pandeglang. “Dengan Kostratani dan IT nya, penyuluh dan petani semakin optimal peran dan kapasitasnya”, tegas Ina.

Sumber : Media Indonesia