Blog •  21/07/2021

Kudus Panen Raya Padi dan Bersiap Masuki Musim Tanam Ketiga

Something went wrong. Please try again later...

MONITOR, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mencatat luas tanam padi pada Musim Tanam ke 2 (Feb – Mei) tahun 2021 seluas 12.660 Hektar. Kasi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah, mengatakan bahwa pada bulan Mei sd Juni 2021 telah panen seluas 4.019 Ha dengan provitas rataan di 6 sd 6,7 ton per Ha.

Sementara di bulan Juli ini akan panen seluas 3.995 ha dengan perkembangan harga GKP sampai di harga Rp.4200/kg GKP dan provitas rataan di 6,3 ton sampai 8,6 ton per Ha.

“Sebagian besar petani ini merupakan penerima bantuan benih padi Dampak Perubahan Iklim (DPI Banjir) pada bulan Januari – Februari 2021 seluas 3.411 Ha dari Direktorat Jenderal Tanaman, Kementan dengan varietas Inpari 32”, lanjut Arin.

Menurut Arin, Kondisi pertanaman padi di musim tanam 2 ini relatif baik, beberapa terhadap serangan OPT (kecil) dan dengan tersedianya sarana pasca panen (baik melalui UPJA maupun swadaya petani) mempercepat dan mengefisienkan panen secara serempak untuk selanjutnya memasuki Musim Tanam 3 dengan komoditas sebagian Palawija (Kacang Hijau, Jagung dan Kedelai) dan Padi untuk areal sawah dengan jaringan irigasi .

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pangan nasional saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Pulau Jawa dan Bali aman. Apalagi masih ada cadangan tujuh juta ton beras dari tahun 2020.

Syahrul mengatakan secara umum kesiapan dan ketersediaan pangan nasional masih terkendali dengan baik di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Ia mengaku ketersediaan bahan pangan aman karena di bawah pengendalian Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Kita masih memiliki cadangan beras cukup kuat di seluruh Indonesia, baik yang ada pada pengendalian langsung oleh Bulog, semua RMU (Rice Mile Unit) maupun ada dalam penanganan Pemda, provinsi serta kabupaten,” ujar Syahrul.

DIrektur Jenderal Tanaman Pangan juga menyampaikan data terkait kecukupan pangan ini. “Dalam pemetaan kita, musim tanam 2 atau (MT2) 2020 akhir Desember, masih punya surplus 7,39 juta ton,” ujarnya.

Dan musim tanam 1 (MT1) Desember-Juni 2021 ini, tanam di 5,79 juta hektare. Hasilnya adalah beras 17,59 juta ton, ditambah carry over tahun lalu 7 juta ton, maka kita memiliki beras kurang lebih sangat cukup. Sementara konsumsi sekitar 14,67 juta ton, maka sekarang surplus cukup ada 8 juta ton hingga 10 juta ton sampai akhir juni ini.

Kemudian akan masuk pada musim tanam 2 Juli – Desember 2021, akan menghasilkan 14,25 juta ton. Sehingga kalau akhir Juli ini kita punya stok 10 juta, ditambah MT2 2021 14 juta ton, maka yang kita makan kurang lebih 15 juta ton, kita masih surplus 9,6 juta ton. Suwandi menekankan kondisi ini juga didukung dari adanya laporan panen di beberapa wilayah seperti halnya di Kabupaten Kudus tersebut.

Sumber: MONITOR