Blog •  10/05/2021

Luas Areal Tanam Jagung Kab Probolinggo Belum Signifikan

© Zainal Arifin/Radar Bromo
© Zainal Arifin/Radar Bromo

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, tahun ini menarget luas areal tanam jagung mencapai 51.949 hektare. Namun, sejauh ini capaiannya belum signifikan. Hingga akhir April, baru mencapai 12.201 hektare.

Peralihan musim hujan ke musim kemarau, berdampak pada komoditas tanaman pertanian. Tidak heran, saat ini petani berangsur-angsur banyak yang mulai menanam jagung. Namun, jumlahnya belum banyak. Sebagian petani masih bertahan menanam padi.

“Memang tambahan luas lahan jagung tidak terlalu nampak. Masih ada petani yang menanam padi,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetyo.

Dari grafik bulanan DKPP, bulan kemarin luas tanam areal jagung bertambah. Pada Januari baru 2.015 hektare, Februari 1.817 haktere, Maret 3.203 haktere, dan pada April mencapai 5.166 hektare. Luas lahan yang ditanami jagung diprediksikan akan semakin meningkat ketika benar-benar kemarau.

Ketika kemarau kadar air tanah mulai masuk kategori sedang. Pada musim itu, petani mulai beralih menanam jagung dibanding padi. Sebab, komoditas ini akan dinilai paling cocok ketika air mulai berkurang.

DKPP juga telah memetakan wilayah potensial penghasil jagung. Di antaranya, di Kecamatan Gending, Banyuanyar, dan Kecamatan Maron. Tiga wilayah ini yang digadang-gadang dapat berkontribusi besar terhadap tercapainya target luas lahan pertanian jagung dan hasil panen untuk ketahanan pangan.

“Tentunya akan terus kami kejar. Masih banyak waktu. Kami optimistis akhir tahun nantinya bisa tercapai. Atau, setidaknya mendekati target,” ujar Didik.

Sumber: Radar Bromo