Blog •  13/02/2020

Mantap! Indeks Daya Beli Petani Sumut Akhirnya di Atas 100

Medanbisnisdaily.com - Medan. Didorong subsektor tanaman perkebunan rakyat, indeks daya beli petani atau Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pada Januari 2020 akhirnya bisa di atas 100, tepatnya sebesar 113,69. NTP ini naik dibandingkan NTP Desember 2019 sebesar 99,08.

Jika merujuk pada tahun 2019 lalu, indeks yang bisa di atas 100 pada Januari 2020 sudah sangat bagus. Apalagi sepanjang tahun 2019 lalu, NTP Sumut kerap berkutat di bawah 100.

Untuk diketahui, NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. Karena ini merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Jadi semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani, begitu juga sebaliknya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi, mengatakan, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 4,25% dan subsektor perikanan sebesar 0,37%. "Ini menjadi pendorong NTP Sumut bisa cukup tinggi di bulan Januari," katanya, Rabu (12/2/2020).

Namun di periods yang sama, NTP subsektor tanaman pangan turun 1,19%, subsektor hortikultura turun 0,81% dan subsektor peternakan turun 0,21%.

Pengamat pertanian Sumut, Prof Abdul Rauf, mengatakan, keberhasilan Sumut mengerek NTP-nya di atas 100 harus bisa dipertahankan. Karena itu sangat penting untuk petani. "Itu artinya, petani sudah bisa memenuhi kebutuhannya setelah menjual produk pertaniannya," katanya.

Menurut Rauf, pembangunan pertanian secara berkesinambungan memang sudah 'harga mati' agar petani bisa sejahtera. Dengan potensi yang dimiliki Sumut di bidang pertanian, harusnya pembangunan tidak lagi terfokus pada subsektor perkebunan. Jadi saat harga komoditas turun, indeks daya beli petani masih bisa disokong subsektor lain.

Sumber: Medanbisnisdaily