Blog •  10/02/2021

Mentan Sebut Produksi Padi Turun Kalau Subsidi Pupuk Dicabut

© CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan
© CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memperkirakan produktivitas padi/gabah bakal turun ke bawah 5 ton per hektare (Ha), jika kebijakan pupuk bersubsidi dicabut.

Hal itu dilontarkan Syahrul saat menanggapi kritik sejumlah anggota dewan yang mempertanyakan output atau produktivitas pertanian dari kebijakan subsidi pupuk dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.

"Sebelum ada pupuk subsidi hanya 4 ton per hektare. Ini udah terlalu bagus. Setelah ada pupuk ini pertumbuhannya 5,2 ton per hektare. Jadi apakah ini berhasil atau tidak berhasil dengan pupuk itu, harus dipertimbangkan. Kalau tidak ada pupuk tadi, dia turun di bawah 5 ton. Pasti," kata Syahrul seperti dikutip dari Antara.

Menurut Syahrul, produktivitas padi Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dari negara produsen beras lainnya. Berdasarkan data Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada 2018, produksi tanaman padi di Thailand hanya 3,09 ton per ha, Filipina 3,97 ton per ha, India 3,88 ton per ha, serta Pakistan 3,84 ton per ha. Di Asia Tenggara, produksi padi Indonesia hanya kalah dengan Vietnam yang mencapai 5,8 ton per ha.

Hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) juga mencatat produktivitas tanpa subsidi pupuk untuk tanaman padi mencapai 4,19 ton per ha atau turun 18,09 persen. Selain itu potensi penurunan produksi tanpa subsidi untuk padi diperkirakan mencapai sebesar 9,86 juta ton dengan nilai Rp51,79 triliun.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDIP Riezky Aprilia mempertanyakan hasil panen dari subsidi pupuk. Di sisi lain, kelangkaan pupuk masih terjadi di lapangan.

"Ini bukan aspirasi kami, tapi dari masyarakat petani yang menyampaikan. Daripada ribet, lebih baik subsidinya mereka minta dicabut. Kalau memang tidak adaoutput, apalagi ini 9 juta ton, itu besar, Pak, daripada nanti dipertanyakan lagi oleh Presiden, agar dipertimbangkan," kata Riezky.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengkritik pemberian subsidi pupuk yang besar setiap tahun tidak diikuti dengan peningkatan produksi.

"Pupuk, saya jadi ingat pupuk, berapa tahun kita subsidi pupuk? Setahun berapa subsidi pupuk Rp30 triliun-an, berapa Bu Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani), Rp33 triliun seingat saya. Rp33 triliun setiap tahun,return-nya apa? Kami beri subsidi pupuk itu kembaliannya ke kami apa? Apakah produksi melompat naik? Rp33 triliun, saya tanya kembaliannya apa?," ujar Jokowi dalam pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 secara virtual bulan lalu.

Sumber: CNN Indonesia