Blog •  01/12/2020

Ndaut Menjadi Pemandangan, Yang Menarik Di Musim Awal Tanam Padi

Something went wrong. Please try again later...

DERO.NGAWIKAB.ID – Sudah menjadi kebiasaan petani bila mana waktu musim tanam padi datang para petani terlihat sibuk di persawahan untuk beraktivitas disawah masing masing. Walaupun sudah jaman modern tetapi warga pedesaan khususnya di Desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi yang mayoritasnya adalah sebagai petani. Sehingga tidak luput atau tidak ketinggalan dengan kata kata yang sudah trend dari jaman nenek moyang sampai sekarang dibidang pertanian yaitu Ndaut ( bahasa jawa)

Dalam proses menanam padi mulai jarang dimengerti oleh sebagian pelajar dan remaja sekarang. Istilah itu lazim disebut ‘ndaut’. Yaitu kegiatan mencabut bibit dari pesemaian. Ndaut biasanya dilakukan setelah lahan siap ditanami dan umur bibit dirasa cukup.

Kegiatan itu menjadi pemandangan yang menarik pada setiap musim tanam padi di desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Meski ndaut kebanyakan dilakukan oleh petani laki-laki, namun sebagian petani perempuan dijumpai juga ikut ndaut, Selasa (01/12)

Para pekerja sedang mencabut padi atau ndaut ( bahasa jawa)

Duduk atau jongkok di pesemaian bibit, membuat bagian tubuh tengah ke bawah terendam dalam air yang ada di pesemaian. Sedangkan tangannya mencabuti benih satu persatu, kemudian setelah kira-kira satu genggaman tangan, bibit itu di ikat menjadi beberapa ikat kemudian ditaruh di lahan sawah untuk memudahkan mereka yang akan tandur ‘nandur pari’ .

Mungkin dijaman sekarang kata ndaut sudah terdengar asing bagi anak anak pelajar sekarang yang mayoritasnya sudah serba modern. Dengan maksud uri uri atau melestarikan pembelajaran tentang pertanian biar tidak terdengar asing maka ndaut adalah bahasa yang trend, Untuk pemandangan di waktu musim tanam padi.

Sumber: DERO NGAWIKAB