Blog •  12/05/2020

Panen Benih Jagung Hibirida di Sulut Tak Terganggu Covid-19

Sulewasi Utara: Petani di Sulewasi Utara dilaporkan masih melakukan panen benih jagung hibrida, walau pandemik korona belum mereda. Panen seluas 20 hektar.

Panen raya dalam skala luas ini diperkirakan dilakukan hingga Mei mendatang dengan total luas panen keseluruhan seluas 253,4 hektare (ha).

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Sulewasi Utara Novly G Wowiling menyebutkan pemerintah selalu mendorong tumbuh kembangnya penangkar kecil untuk menjadi produsen benih jagung yang lebih maju dan modern.

"Hasil yang dicapai petani sungguh memuaskan terlebih mendukung produk rakitan anak negeri, yang nantinya bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Dari hasil evaluasi kami, hasil panen benih jagung hibrida di Provinsi Sulawesi Utara yang sampai saat ini masih terus berlangsung total rata-rata 6, 24 ton perhektar tongkol kering sawah. Hasil tertinggi di Kabupaten Minahasa bisa mencapai 7,1 ton perhektar," kata Novly melalui keterangan pers, Senin, 20 April 2020.

Novly menegaskan tak perlu khawatir tidak ada benih jagung hibrida tahun ini. Pasalnya, hasil panen benih jagung hibrida melimpah.

"Meski diserang ulat grayak tak berpengaruh signifikan, dari luas panen 253,4 ha, diperkirakan calon benih berkisar 525 ton," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa panen calon benih jagung hibrida tersebut nantinya untuk memenuhi kebutuhan benih sendiri dan diorientasikan untuk komoditas ekspor guna mendukung program peningkatan tiga kali ekspor yang sudah dicanangkan Menteri Pertanian.

Ia meminta agar semua pihak secara bersama-sama untuk terus memacu dan mendorong rencana ekspor benih jagung hibrida antara lain ke Piliphina. 

"Permintaan dari CIGS agar ada satu tenaga pendamping untuk melatih tata cara budidaya yang baik," ucapnya.

Sebelumnya, hal ini senada dengan yang selalu disampaikan Staf Khusus Menteri Pertanian, Imam Mujahidin Fahmid bahwa sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementan terus mendorong pengusaha dan eksportir agar melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat atau Geratieks.

"Hal ini guna memperbaiki neraca dagang yang selama ini tengah defisit," terangnya.

Salah satu petani yang ikut berkecimpung, Meldy Rotulung yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Makapihok telah membuktikan berhasil menjadi produsen benih jagung hibrida rakitan anak bangsa. Pengalaman pria berusia 49 tahun ini pernah menjadi produsen padi dan kedelai, kali ini banting setir menjadi produsen benih jagung hibrida, karena dirasa lebih menguntungkan.

"Tak tanggung-tanggung, dengan bantuan program korporasi perbenihan jagung hibrida dari Kementan, bisa menghasilkan profit bersih hingga Rp 20 sampai 24 juta per ha dibanding tanam jagung konsumsi. Ada peningkatan 100 persen," kata Meldy.

Demikian juga diungkapkan Ketua Kelompok Tani Anugerah di Likupang Timur, Roy Salmon Pitoy l Meski di lahan marginal eks lingkar tambang, masih bisa menghasilkan benih jagung hibrida mengangkat kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja selain tambang.

"Kami optimistis, disamping dapat memenuhi kebutuhan benih wilayah Sulawesi Utara bahkan untuk Ekspor," katanya.

Sumber: Medcom.id