Blog •  20/10/2021

Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

© Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere
© Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere

KUPANG, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak siapa pun menjadi petani. Ia menyampaikan, jika ingin menjadi orang kaya, dapat menggeluti profesi petani dengan bekerja secara tekun dan serius. Hal itu disampaikan Syahrul saat memberikan sambutan pada kegiatan panen perdana tanaman jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJSP) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, (17/10/2021).

"Kalau mau kaya atau tidak miskin, maka jadilah petani. Makin kita bertani, makin kita tidak miskin," ujar Syahrul, Minggu.  Menurut Syahrul, pertanian adalah pekerjaan yang luar biasa dan memberi makan semua orang. Sektor pertanian yang dimaksud, mulai dari ayam, telur, jagung hingga padi.

"Karena Tuhan sudah siapkan alam untuk kita dan matahari terus bersinar, angin terus datang, airnya tak pernah putus. Tuhan sudah kasih kita segalanya, sehingga semua itu tergantung kita," kata Syahrul. Dia mencontohkan, satu hektar lahan yang ditanam jagung, bisa menghasilkan enam sampai tujuh ton. Harga jagung, lanjut dia, sekitar Rp 4.000 per kilogram, sehingga kalau semua laku terjual maka petani bisa mendapatkan uang Rp 24 juta.

Jika setahun bisa dua sampai tiga kali tanam, berarti petani bisa menghasilkan uang hingga Rp 72 juta. Hitungan seperti itu, kata Syahrul, pasti akan ditanggapi secara pesimistis oleh petani. Namun, dirinya ingin yang paling utama ada kemauan dari para petani untuk memulai kerja. "Kalau hitung seperti itu, pasti petani bilang Pak Menteri atau bupati kalau omong begitu gampang. Soal peralatan itu urusan kedua, yang paling penting itu kita mau dulu. Kita bisa sama-sama bekerja dan saya siap bantu," ujar Syahrul.

Dia ingin, Kabupaten Kupang menjadi daerah percontohan di NTT yang memulai menanam jagung hingga tiga kali dalam setahun. "Kenapa tempat lain seperti di Jawa dan Sulawesi bisa menanam empat kali dalam setahun, di Kupang malah hanya sekali. Ayo kita buat ini dan segera kita buat konsepnya," ujar dia. Dia juga meminta Bupati Kupang jika menemukan kendala dalam sektor pertanian, bisa segera menghubunginya.

Sumber: KOMPAS