Blog •  02/08/2021

Penyuluh Pertanian BPP Kostratni Sugio Lamongan Panen Bawang Merah di Tengah PPKM Level 4

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Syahrul Yasin Limppo, SH.MH menyatakan bahwa di tengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 pertanian tidak boleh berhenti.

Sebab pertanian lokasi banyak di tempat terbuka, menghindari kerumuran dan merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Tetapi tetap mengkuti pencegahan prptokol covid 19.

"Tanaman bawang merah merupakan kebutuhan yang banyak diperlukan masyarakat dalam hal bumbu masak maupun yang lainnya, maka produksi dan produktifitas serta kontiyuitasnya harus terjaga dan menghindari impor," tegas mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dedy Nursyamsy menyatakan dalam kondisi PPKM level 4, pihaknya tetap mengikuti aturan pemerintah yaitu mengunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir.

BPP kostratani Sugio Kabupaten Lamongan Luar biasa telah dapat memanfaatkan pada tanah di wilayah Lamongan untuk ditanamai bawang merah yang dari tahun ke tahun semakin meningkat luasnya serta produktifitasnya. ini merupakan kerja keras antara penyuluh pertanian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan serta koordinasi dengan dirjen Hortikultura yang semakin meningkat. 

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Lamongan Sudjarwo, ST. MM. menyatakan bahwa keberhasilan petani dalam membudidayakan bawang merah di lahan usahatanianya karena adanya kolaborasi dan kerjasama antara penyuluh, petugas POPT dan para tokok masyarakat dalam mendukung kebutuhan bibit, pupuk, obat-obatan, panen, pasca panen dan pemasarannya, sedang luas tanaman bawang merah Kabupaten Lamongan 264 ha/Tahun 2020 dan Kecamatan Sugio seluas 15 ha.

BPP Model Kostratani Sugio melakukan pendampingan panen tanaman bawang merah di kelompok tani Sekar Kedaton Sambiroto Desa Karangsambigalih Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Sumadi, SP.

“Alhamdulillah kegiatan panen tanaman bawang merah ini berjalan lancar, Bawang merah yang sudah berumur 65 hari setelah tanam sudah dapat kita lihat sebagian besar (> 80%) daun tanaman telah rebah, Jika dipegang, pangkal daun sudah lemas, Umbi sudah terbentuk dengan penuh dan berwarna ungu cerah,” jelas Sumadi yang juga sebagai Koordinator Wilayah Kecamatan Sugio.

Panen bawang merah ini dilakukan dengan cara dicabut kemudian ditali dengan menggunakan tali bambu, yang selanjutnya ditata diatas guludan dan dilakukan penjemuran selama kurang lebih tiga hari.

Tenaga kerja panen yang dibutuhkan sebanyak 60 orang dengan luas 1 Ha, dengan upah sebesar Rp. 40.000,- per orang / setengah hari. Harga bawang merah basah ditingkat petani RP. 22.000,-/kg. Jika dijual dalam bentuk kering ikat mencapai Rp. 26.000,-/kg. Tanaman bawang merah seluas 1 hektare rata menghasilkan produksi 9 ton.

Menurut Kasnadi, salah satu petani bawang merah di kelompok tani Sekar Kedaton Sambiroto Desa Karangsambigalih. “Verietas bauci dan varietas Thailand sangat bagus ditanam di lahan dengan jarak tanam 20×15 cm," katanya.

Salah satu PPL setempat, Dyah Ayu mengatakan, tanaman bawang merah ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi, sehingga peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan keluarganya bisa ditingkatkan.

Sumber: TIMESINDONESIA