Blog •  05/07/2021

Pertani Pasok Benih Padi untuk 786 Ribu Hektare Sawah

© Antara/Nyoman Hendra Wibowo
© Antara/Nyoman Hendra Wibowo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono mengatakan, perusahaan tercatat telah memasok benih padi sebanyak 19.668 ton untuk luasan lahan sawah 786.720 hektare sawah per semester I 2021. Pasokan benih ini disalurkan langsung ke para petani yang diajukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan dinas pertanian daerah melalui program e-Katalog Benih Padi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Syukur Alhamdulillah hingga semester I 2021 ini kami diberi amanah oleh para konsumen, khususnya Kementan dan dinas pertanian daerah melalui program e-Katalog benih padi LKPP untuk memasok kebutuhan benih padi ke lebih 24 provinsi di Indonesia," ujar Maryono dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (1/7).

Maryono optimistis Pertani akan mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari para konsumen, khususnya Kementan dan dinas pertanian daerah mengingat kepuasan para petani yang menggunakan produknya dinilai cukup baik. Sebelumnya, kata Maryono, Pertani berhasil memasok benih untuk 1 juta hektare lebih sawah atau sekitar 28.855 ton dari permintaan E-Katalog LKPP selama 2020. 

Maryono menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan benih padi bantuan pemerintah melalui E-katalog, Pertani tidak mendapatkan keistimewaan, melainkan murni bersaing dengan para produsen lain yang terdaftar pada e-katalog benih padi Kementan.

"Dari sisi harga, kualitas, pelayanan dan kemampuan distribusi ke titik bagi kelompok tani, Pertani dinilai dapat dipercaya dengan baik untuk memasok benih ke beberapa daerah terpencil di Indonesia," ucap Maryono.

Maryono menyampaikan, produksi benih padi yang dilakukan Pertani selama ini juga dilakukan untuk mendukung penuh serap gabah yang dicanangkan Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan sehingga terjadi ekosistem dari petani untuk petani.

"Menteri BUMN Erick Thohir berpesan kepada kami agar BUMN, khususnya Pertani dapat berkontribusi dalam Sustainable Development Goals (SDGs) untuk kesejahteraan petani dan pengembangan benih. Ini karena ke depannya benih merupakan hal terpenting dalam mewujudkan Food Security, Indonesia Emas 2045," kata Maryono.

Sumber: REPUBLIKA