Blog •  30/06/2021

Petani Lereng Merbabu Sukses Kembangkan Kentang Chitra

Solopos.com, MAGELANG -- Petani di lereng Merbabu, Dusun Kenangkan, Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang sukses dengan program budi daya kentang varietas Chitra. Kentang ini memiliki tekstur lembut yang antihama dan harga jual sangat menjanjikan untuk pasar ekspor ke berbagai negara Asia.

Mengutip Beritamagelang.id, Selasa (29/6/2021), Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang menyatakan pengembangan pertanian khususnya kentang juga merupakan upaya menjaga ketersediaan pangan di masa pandemi Covid-19

Pada awal pandemi, permasalahan pada sektor pertanian mengalami ketidakpastian pada pasar. Namun karena selalu mendorong pengembangan produk dan Kerjasama dengan berbagai pihak, permasalahan pasar itu dapat teratasi.

Budi daya tanaman kentang seluas 14 hektare dan 13 hektare ini merupakan kerja sama dengan sebuah badan usaha laboraturium pembibitan asal Garut, Jawa Barat. Dalam kerja sama ini, petani mendapatkan kepastian sarana prasarana hingga pemasaran.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang juga hadir di Desa Kragilan itu juga diharapkan dapat memberikan motivasi agar petani kentang berkembang dan mendapatkan kesejahteraan. Area tanaman kentang di Kabupaten Magelang tahun 2020 silam mencapai 530 ha dan tersebar di lereng Gunung Merbabu dan Sumbing. Dalam kesempatan itu juga, Bupati Garut sangat kagum setelah melihat langsung tanaman  kentang kelompok tani di Desa Kragilan tersebut.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Lestari Dusun Kenangkan, Bagio mengatakan saat ini kendala yang ada adalah cuaca yang tidak pasti. Dirinya mengungkapkan, saat ini seharusnya sudah musim kemarau, tapi hujan masih deras.

Kondisi itu berpengaruh terhadap serangan hama pada semua jenis tanaman pertanian. Meski demikian kelompok tani yang beranggotakan 45 orang ini optimistis hasil panen akan melimpah. Dikatakan Bagio, untuk saat ini harga jual kentang varietas Citra lebih stabil dan menguntungkan yakni Rp7.000/kg untuk semua ukuran.

Semua kentang itu dijual ke pengepul yang kemudian dikirim ke Garut untuk diekspor ke luar negeri. Sebagai perbandingan, harga jual kentang pilihan ukuran besar di pasar lokal tertinggi Rp6.000/kg. Sedangkan untuk ukuran kecil sekitar Rp3.000-4.000/kg.

Sementara itu, mengutip dari situs Litbang.pertanian.go.id, kentang varietas Chitra ini dikenal dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Selain itu kentang jenis ini juga memiliki kandungan rendemen  yang tinggi sehingga sangat cocok jika diolah menjadi keripik. Jenis kentang yang juga dikenal sebagai kentang varietas median ini juga hasil inovasi dari Badan Penelitian Pertanian. 

Sumber: Solopos