Blog •  31/08/2020

Petani Padi di Lebak Keluhkan Serangan Tikus

© Foto: Republika/Raisan Al Farisi
© Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK -- Para petani di Blok Cimanggu Kabupaten Lebak, Banten mengeluhkan serangan hama tikus melanda tanaman padi yang tengah berbuah butiran gabah.

"Serangan hama tikus itu terjadi pada malam hari," kata Kholil (55), seorang petani di Blok Cimanggu Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Ahad (30/8).

Tanaman padi di sini sekitar belasan hektare dan terserang hama tikus sejak sepekan terakhir ini hingga tanaman padi mengalami kerusakan. Meski tidak mengakibatkan gagal panen, namun berdampak terhadap produksi dan produktivitas pangan.

Mereka petani terpaksa melakukan pencegahan dengan memasang jaring untuk menangkap tikus agar tanaman padi yang siap panen dirusak. "Kami berharap serangan hama tikus itu tidak menyebabkan gagal panen," katanya menjelaskan.

Menurut dia, dirinya memiliki tanaman padi seluas tiga petak dan siap panen pada September mendatang. Saat ini, serangan hama tikus belum mengakibatkan kerusakan tanaman padi, sebab serangan masih relatif kecil.

Kendati demikian, pihaknya tetap menyelamatkan tanaman padi agar bisa dipanen dengan melakukan pemasangan jaring. "Kami tahun ini baru terjadi serangan hama dan kemungkinan memasuki musim kemarau," katanya menjelaskan.

Begitu juga petani lainnya, Rasmin (50) mengatakan dirinya merasa kesulitan untuk melakukan pembunuhan tikus karena mereka berada di lubang-lubang tepi sawah.

Tanaman padi di Blok Cimanggu itu sudah berbuah dan dipastikan panen September 2020,sehingga perlu dilakukan antisipasi dengan melakukan aksi pembunuhan massal tikus.

Sebab, serangan hama tikus itu bisa mengurangi produksi dan produktivitas pangan, karena buah padi kosong akibat gigitan tikus tersebut. "Saat ini, para petani kebingungan untuk membunuh tikus itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan untuk membunuh tikus bisa dilakukan dengan pengeposan belerang dan mengumpan racun tikus.

Serangan hama itu dipicu petani tidak tanam secara serentak juga tidak menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama. "Kami minta para penyuluh mampu mengendalikan serangan hama tikus agar produksi swasembada pangan berhasil," katanya.

Sumber: REPUBLIKA