Blog •  07/06/2021

Petani di Halong Kabupaten Balangan Harapkan UPH Jagung Bisa Bantu Perluas Pemasaran

© BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
© BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Keberadaan Unit Pengelolaan Hasil (UPH) Jagung di Desa Padang Raya, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan menjadi angin segar bagi petani jagung.

Sebabnya, UPH Jagung ini dinilai bermanfaat dalam hal meningkatkan hasil jagung pakan yang ditanam oleh para petani. 

Sebagaimana yang diutarakan Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Padang Raya, Samani, Minggu (6/6/2021), UPH Jagung dapat membantu para petani untuk meningkatkan ekonomi dari segi pekerjaan dan juga hasil olahan. 

Saat ini, UPH Jagung masih dalam tahap pembangunan. Prosesnya sudah mencapai 80 persen . Sejumlah alat untuk mengisi bangunan tersebut telah disiapkan.

Bangunan UPJ Jagung dibuat semi permanen dengan memperhatikan ketahanan bangunan dan fungsa. Anggarannya berkisar Rp 50 juta yang didirikan di atas lahan hibah.

Walau masih tahap pembangunan, bagi Samani, keberadaan UPH Jagung akan menjadi sarana peningkatan penghasilan ekonomi bagi para petani jagung.

Tempat itu secara tidak langsung akan mampu menjadikan hasil tani jagung, pakan pun bisa dipasarkan pada sejumlah kalangan.

"Walau masih tahap pembangunan, keberadaan UPH Jagung ini ke depannya begitu menjanjikan. Terutama untuk meningkatkan ekonomi para petani dan pemasaran," ucap Samani kepada Banjarmasinpost.co.id.

Pada UPH Jagung akan menyediakan alat pemecah jagung yang membuat jagung pakan bisa dikonsumsi ternak. Lantas, pasar jagung yang sudah diolah ini pun secara otomatis akan meluas. 

"Selama ini kami menjual atau menyuplai jagung pakan ke Kabupaten Tanah Laut. Tentunya apabila ada UPH Jagung ini, pemasaran pun akan lebih luas. Hasil olahan jagung bisa kami jual untuk pengusaha ayam telur. Selain itu juga akan di tempatkan pada toko-toko tani," jelas Samani.

Pakan yang telah diolah tersebut akan dikemas sedemikian rupa, sehingga layak untuk di pasarkan. Hal ini pula dapat menimbulkan adanya persaingan harga. 

Terdapat 25 anggota dari Kelompok Tani Tunas Harapan yang akan mengelola UPH Jagung.

Pihaknya juga membuka pelayanan pemecahan jagung bagi kelompok tani lainnya, mengingat ada banyak kelompok tani di Desa Padang Raya bahkan di wilayah Kecamatan Halong. 

Sementara itu, dari semua anggota kelompok tani yang dipimpin Samani, jumlah lahan tanaman jagung yang ada mencapai 25 hektare. 

Dana bantuan pembangunan UPH Jagung ini bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel.

Samani pun berterima kasih atas semua bantuan yang diberikan. Ia juga mengusulkan adanya open atau pengering jagung yang sangat bermanfaat apabila ada pada UPH Jagung tersebut.

Terlebih keberadaan open dapat membantu proses percepatan pengeringan jagung. Sehingga hasil olahan pun lebih cepat dipasarkan. 

Sumber: BANJARMASINPOST