Blog •  09/11/2021

Produksi Padi di Maluku Capai 115 Ribu Ton

© ANTARA/Ari Bowo Sucipto
© ANTARA/Ari Bowo Sucipto

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menjelaskan, produksi padi di Maluku sepanjang 2021 diperkirakan mencapai 115,07 ribu ton gabah kering giling (GKG).

"Produksi padi mengalami kenaikan sebanyak 4.670 ton dibandingkan 2020 yang sebesar 110,45 ribu ton GKG," kata Kepala BPS Provinsi Maluku Asep Riyadi, di Ambon, Senin (8/11).

Ia menjelaskan, produksi padi di Provinsi Maluku sepanjang periode Januari- September 2021 diperkirakan sekitar 89,29 ribu ton GKG atau mengalami peningkatan sekitar 5,94 persen, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 84,29 ribu ton GKG. Potensi produksi pada Oktober hingga Desember 2021 sebesar 25,77 ribu ton GKG.

Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2021 diperkirakan mencapai 115,07 ribu ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 4,67 ribu ton GKG (4,18 persen), dibandingkan 2020 yang sebesar 110,45 ribu ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2021 berdasarkan potensi panen diperkirakan terjadi pada Oktober, yaitu sebesar 15,10 ribu ton GKG.

Sementara produksi terendah berdasarkan potensi panen diperkirakan terjadi pada November 2021, yaitu sebesar 2,75 ribu ton GKG, berbeda dengan produksi ditahun 2020. "Produksi tertinggi pada tahun 2020 terjadi pada bulan Agustus mencapai 9,17 ribu ton GKG," ujarnya.

Asep mengatakan, tiga kabupaten dengan total potensi produksi padi tertinggi pada 2021 adalah Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Sementara itu, tiga kabupaten lainnya dengan produksi padi terendah adalah Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kenaikan produksi padi yang relatif besar pada tahun 2021 terjadi di Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Sementara penurunan produksi padi yang relatif besar terjadi di Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Realisasi panen padi sepanjang periode Januari-September tahun 2021 sebesar 21.980 hektar atau mengalami kenaikan dibanding tahun 2020 yang sekitar 21.890 hektare. Sementara itu, potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 6.760 hektare.

Dengan demikian, total potensi luas panen padi 2021 diperkirakan mencapai 28.660 hektare atau mengalami penurunan sekitar 0,01 ribu hektare dibandingkan 2020 yang sebesar 28.670 hektare. Luas panen tertinggi berdasarkan potensi panen pada 2021 diperkirakan terjadi pada Oktober, yaitu 3.940 hektare, sementara luas panen terendah terjadi pada November 2021 yaitu  0,72 ribu hektare.

Asep mengatakan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pengan penduduk, produksi panen sepanjang Januari-September 2021 setara dengan 49.750 ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 2.790 ton, dibandingkan 2020 yang sebesar 46.960 ton.

Potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 14.360 ton beras. Dengan demikian potensi produksi beras tahun 2021 diperkirakan mencapai 64.110 ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 2.570 ton dibanding produksi beras tahun 2020 yang sebesar 61.540 ton beras.

Produksi beras tertinggi pada tahun 2021 berdasarkan potensi panen diperkirakan terjadi pada bulan Oktober , yaitu 8.410 ton beras, sementara terendah diperkirakan terjadi pada November yaitu sebesar 1.530 ton beras.

Sumber: REPUBLIKA