Blog •  14/04/2020

Selain Tenaga Medis, Petani Disebut Juga Pahlawan di Tengah Wabah Corona

Something went wrong. Please try again later...

Liputan6.com, Jakarta Kondisi di tengah Pandemi Covid-19, membuat masyarakat membutuhkan pasokan bahan pangan lebih. Pertanian dinilai merupakan salah satu garda terdepan dalam mencegah infeksi Covid-19, karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.

“Apapun yang terjadi pertanian tidak boleh berhenti pertanian itulah yang menyediakan pangan, bahwa yang dinamakan pejuang atau pahlawan bukan hanya dokter, perawat tapi juga seluruh petani di Indonesia, karena petani lah yang menyediakan pangan, coba bayangkan kalau sekarang dalam kondisi covid-19 pangan bermasalah maka akan sulit, maka dari itu pertanian tidak boleh berhenti,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, melalui keterangan virtual video, Senin (13/4/2020).

Dia mengatakan, pertanian itu berperan sebagai penyedia pangan sumber karbohidrat, vitamin, dan protein, tidak kenal hari libur, produksi bahan makanan pada masa pandemi covid19 tetap terus berjalan.

Dengan terus meningkatkan pasokan input pertanian seperti benih, pupuk, pestisida, dan obat-obatan pertanian lainnya dan memastikan pasokan tersebut hadir ditengah petani, secepatnya agar petani terus berproduksi.

Dia juga memastikan distribusi pangan secara kontinyu khususnya ke anggota masyarakat atau petani yang kurang mampu.

Lanjut Dedi, di tengah wabah ini pihaknya berusaha untuk memperpendek rantai pasok di mana petani lokal dapat langsung memasarkan produk pada tingkat lokal mengingat banyak karantina wilayah, atau dengan menggunakan e-commerce.

Selain itu, dengan adanya petani milenial sangat membantu pasokan bahan tersebut, karena mereka mampu mendistribusikan bahan pangan menggunakan kecanggihan teknologi, sehingga hal itu mempermudah petani untuk memasok bahan pangan.

“Pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm seperti sayuran segar, buah-buahan, susu, telur, kacang-kacangan, dan sebagainya yang merupakan penyedia vitamin dan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi infeksi Covid 19, dapat menggandeng tokoh masyarakat untuk promosi dan memasok bahan pangan segar ke masyarakat sekitar,” tutupnya.

Sumber: Liputan6