Blog •  28/04/2020

Seperti Ini Untung Tanam Jagung Sistem Mulsa Bekas Budidaya Cabai

© Foto:Martono
© Foto:Martono

TABLOIDSINARTANI.COM - Penggunaan mulsa dalam budidaya jagung  dapat meningkatkan produksi mencapai 13,64 ton jagung klobot per ha, lebih baik bila dibandingkan budidaya jagung yang tidak menggunakan mulsa.

Budidaya tanaman jagung di lahan pasir, petani Kulon Progo Jawa Tengah membudidayakan tanaman jagung sistem mulsa dengan memanfaatkan lahan bekas tanaman cabai. Cara ini sangat menguntungkan karena dapat menghemat biaya produksi mulai dari pengolahan lahan, pupuk, penyiraman, penyiangan gulma serta pengendalian hama dan penyakit.

Penggunaan benih jagung per lubang 2 biji lebih menguntungkan dibanding yang ditanami 3 biji perlubang. 

Dari hasil ubinan yang dilakukan diperoleh hasil rata-rata 13,64 kg jagung klobot. Hasil ini lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan mulsa.  Petani di Kelompok Tani Bangun Karyo senang karena dapat menghasilkan jagung dengan kualitas yang lebih baik serta bobot yang lebih berat.

Pada lahan yang tidak beririgasi pertumbuhan tanaman jagung memerlukan curah hujan yang ideal antara 85-200 mm/bulan. Pada fase pembungaan dan pengisian biji harus mendapat cukup air sehingga sebaiknya tanaman jagung ditanam diawal musim hujan dan menjelang musim kemarau. Cara menanam jagung sangat mudah, hanya dengan menanam jagung dan dipelihara dengan menyiram dan memupuk sampai tanaman siap dipanen.    

Salah satu upaya meningkatkan produksi tanaman jagung adalah dengan cara modifikasi  lingkungan yakni pengelolaan cahaya  karena sifat fisiologis tanaman jagung termasuk tanaman C4 yakni tumbuhan yang melibatkan dua enzim  didalam manajemen CO2 menjadi glukosa. Penggunaan mulsa dengan 2 biji per lubang ternyata dapat meningkatkan pertumbuhan (bobot segar tanaman, bobot kering total tanaman, tinggi tanaman dan jumlah daun).

Hal inilah yang menginspirasi petani di Kabupaten Kulon Progo yaitu di Kelompok Tani Bangun Karyo Pedukuhan Garongan, Kelurahan Garongan, Kapanewon Panjatan yang telah membudidayakan tanaman jagung dengan sistem mulsa dan telah melakukan panen. Jagung tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo seluas 12 hektar.  Adapun bantuan yang diterima berupa benih jagung dan pupuk,  Kegiatan budidaya tanaman jagung tersebut merupakan  bentuk kelanjutan dari program bantuan Jaringan Irigasi Air Dangkal (JIATD) yang diterima Kelompok Tani Bangun Karyo pada tahun 2019 berupa sumur pantek.bor, jaringan irigasi dan pompa air. Ini adalah bukti bahwa bantuan pemerintah benar-benar dimanfaatkan oleh petani di kelompok tani sesuai komitmen antara kelompok tani dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh petani sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas jagung untuk mencukupi ketersediaan pangan khusunya jagung di Kulon Progo dan diharapkan dapat sebagai andil dalam mencukupi kebutuhan jagung nasional.

Inovasi ini  perlu dikembangkan agar dilakukan oleh petani dengan melibatkan penyuluh di BPP, POPT, peneliti yang muaranya nanti sebagai bahan rekomendasi untuk budidaya tanaman jagung yang paling menguntungkan baik di Kulon Progo maupun Nasional.Kerjasama tersebut sangatlah diperlukan sehingga peran BPP dalam Kostratani dalam melaksanakan tugasnya sebagai pusat data  dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis serta pusat pengembangan jejaring kemitraan segera dapat terwujud.

Sumber: TABLOIDSINARTANI