Blog •  16/02/2021

Tanjab Timur Dapat Program Peremajaan Sawit

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, JAMBI – Tahun ini, program peremajaan sawit tau replanting sawit terdapat penambahan satu kabupaten, yakni Kabupaten Tanjab Timur. Pasalnya tahun lalu, Kabupaten Tanjab Timur sama sekali tak mendapat bantuan replanting. Sedikitnya ada 1.000 hektare lahan yang disiapkan untuk replanting.

“Sekarang hanya satu tambahan untuk Kabupaten Tanjab Barat, kemarin belum ada, mereka suadah mulai tertarik juga untuk tanam sawit,” kat Agusrizal Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Minggu (14/2).

Lanjutnya, Kabupaten Tanjab Timur tak mendapatkan bantuan sawit tersebut karen mereka tak masuk dalam  program transmigrasi pada tahun 80-an yang menanam sawit. “Namun, setelah mereka melihat darerah lain memproduksi baru merekan ikut menanam sawit,” tambahnya.

Kata Agusrizal. karena tanaman sawit di wilayah Kabupaten Tanjab Timur yang ditanam secara swadaya oleh petani dan tidak menggunakan bibit yang bagus. Maka dianggap perlu untuk dilakukan peremajaan.

“Jadi program peremejaan sawit rakyat ini itu kita merobah tanaman sawit dan nanti akan diberikan beni yang bersertifikat, supaya hasilnya bagus,” sebutnya.

Program replanting atau peremajaan tanaman kelapa sawit milik para petani di Provinsi Jambi tahun ini dilanjutkan. Targetnya sebanyak 18 ribu hektar di delapan kabupaten kota. Program Peremajaan sawit rakyat ini dilakukan di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Tebo, Bungo, Merangin, dan Sarolangun.

Target tahun ini lebih nesar dibanding tahun 2020 lalu yang hanya diangka 14.300 hektare. Secara keseluruhan, luasan tanaman sawit rakyat di Provinsi Jambi yang butuh diremajakan saat seluas 112 ribu hektare. Petani yang mendapat program replanting ini akan mendapat bantuan sebesar Rp 30 juta perhektare untuk peremajaan sawit, dengan syarat, lahan merupakan milik sendiri dan tanaman sawit telah berusia 25 tahun ke atas atau tidak produktif lagi. 

Sumber: JAMBI-INDEPENDENT