Blog •  02/02/2021

Ternak Babi Mulai Pulih, China Impor Jagung Besar-besaran

© ANTARA/Zabur Karuru
© ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — China berpotensi kembali melampaui batas kuota pembelian jagung yang telah ditetapkan World Trade Organization (WTO) setelah membukukan pembelian mingguan terbesar pada pekan ini.

Seperti dilansir dari Bloomberg, pekan lalu China membeli hampir 6 juta metrik ton jagung dari Amerika Serikat. Jumlah tersebut merupakan pembelian mingguan terbesar yang pernah dicatat oleh Departemen Pertanian AS.

Menurut sumber anonim yang mengetahui proses tersebut, China dikabarkan akan kembali menambah sebanyak 2 juta ton lagi pada putaran pembelian kali ini.

China terus memborong jagung AS untuk pakan babi ternak yang ternyata pulih lebih cepat dari perkiraan kebanyakan pedagang. Sebelumnya, babi ternak di China sempat terserang penyakit yang membuat pasokan babi merosot.

CEO Archer-Daniels-Midland Co. Juan Luciano mengatakan China akan mengimpor 25 juta ton jagung dari berbagai negara. Adapun, Ukraina diketahui sebagai pemasok jagung terbesar ke China.

Menurutnya, persediaan dan cadangan jagung yang ada di China jauh lebih rendah daripada apa yang dilaporkan pasar. Pasalnya, Negeri Bambu tersebut kini sedang menggenjot kembali persediaan babi ternak mereka.

“Jadi, kami pikir dalam beberapa tahun ke depan akan terus melihat peningkatan minat China akan komoditas satu ini,” tutur Luciano, seperti dilansir dari Bloomberg, Minggu (31/1/12021).

Tercatat, pada penutupan pasar Jumat (29/1/2021), harga jagung untuk kontrak pengiriman Maret 2021 di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) naik 12,50 poin atau 2,34 persen ke level US$547,00 per gantang.

AS sudah dijadwalkan untuk mengirim 5,9 juta ton jagung lagi ke China musim ini. Jumlah tersebut belum termasuk pembelian 6 juta ton yang terbaru sehingga secara akumulasi totalnya telah lebih tinggi dari kuota WTO sebesar 7,2 juta ton untuk satu tahun kalender.

Sebagai informasi, tahun lalu China mengimpor 11,3 juta ton jagung. Kala itu merupakan pertama kalinya impor jagung China melebihi kuota yang ditetapkan WTO. 

Sumber: Bisnis