Blog •  27/01/2020

Unik! Jagung 'Pelangi' Tumbuh Subur di Cianjur

Cianjur - Petani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sukses menanam jagung warna-warni atau lebih dikenal jagung 'pelangi'. Bahkan kini, sekali masa tanam, didapatkan hasil panen mencapai puluhan ribu ton jagung dengan kombinasi warna yang beragam.

Adalah Luki Lukman Hakim, petani asal Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang. Ia berhasil menanam dan mengembangkan varietas jagung unik tersebut.

Luki sudah menggeluti bidang pertanian sejak 2000, terutama komoditas sayuran. Dua tahun lalu, ia mulai mencoba menanam jagung 'pelangi' di atas lahan seluas tiga hektare yang disewanya.

"Awalnnya hanya ada 100 batang tanaman jagung. Warnanya standar, ada kuning, merah, putih dan hitam. Di tanamnya juga di gundukan tanah yang menjadi pembatas antara lahan pertanian sayur yang saya tanam," ujar Luki saat ditemui di kebunnya, Jumat (24/1/2020).

Dalam satu tongkol jagung itu butirannya ragam warna. Misalnya kuning dengan putih, ungu dengan hitam, merah dan jingga.Beberapa kali musim tanam, jagung 'pelangi' itu menunjukkan hasil cukup memuaskan. Warna butiran yang muncul bervariatif atau muncul warna baru di antaranya jingga, ungu, dan merah muda.

"Kalau sekarang sudah banyak motif dan warnanya. Dalam satu tongkol pun tidak satu warna, tapi bisa ada beberapa warna," ujar Luki.

Jagung warna-warni yang ditanam Luki itu jadi buruan orang pada pertengahan 2019. Warga dari Cianjur, luar kota, hingga luar provinsi pun berdatangan untuk membeli jagung 'pelangi' untuk konsumsi atau pembibitan.

Tingginya permintaan konsumen, membuat Luki, yang mulanya menanam di lahan pembatas sayuran, kini menanam pada dua per tiga lahan yang disewanya. Semula hanya 100 batang, kini Luki sudah menanam sekitar 100 ribu batang pohon jagung 'pelangi'.

"Dari tiga hektare, sekarang sudah dua hektare yang ditanam jagung warna-warni ini. Satu hektare bisa ditanami 50 ribu batang pohon jagung," ucapnya.

"Rencananya yang satu hektare lahan lagi juga ditanami jagung, tapi sekarang sedang proses penghilangan zat kimia. Sebab kami ingin jagung ini jadi varietas organik," tutur Luki menambahkan.

Dari satu hektare lahan, Luki mampu memanen jagung 'pelangi' hingga 10 ton. Dengan begitu, jika seluruh lahan ditanami, nantinya ia memperolah hasil panen hingga 30 ton jagung warna-warni.

"Proses tanamnya juga cepat, hanya sekitar 2,5 bulan untuk siap konsumsi dan sekitar tiga bulan untuk didapatkan jagung yang dijadikan pembibitan. Kami akan terus kembangkan, supaya jagung ini jadi varietas unggulan dari Cianjur," ujar Luki.

Sumber: Detik