Blog •  11/06/2024

Padi Diserang Hama Wereng, Petani di Kota Tasikmalaya Tasik Rugi Puluhan Juta

Something went wrong. Please try again later...

Serangan hama wereng pada lahan padi siap panen di Kota Tasikmalaya semakin meluas. Puluhan lahan padi siap panen mengering dan dipastikan terancam gagal panen.  Menurut para petani, andai pun ada tanaman padi yang masih bisa di panen jumlahnya sangat sedikit. Sehingga jangankan untuk dijual agar bisa buat modal menanam padi musim berikutnya, untuk makan sehari-hari juga tidak akan cukup. Gagal panen akibat diserang hama wereng di Kota Tasik salah satunya terjadi di Kampung Ciwaas  Depok Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari.

Ditempat tesebut, seluas 2 hektare lahan pertanian mengering dan tidak bisa dipanen. Akibatnya, petani di daerah tersebut menelan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Ubad Subradio (73) petani setempat mengatakan, musim panen tahun ini banyak petani di daerahnya mengalami gagal panen karena lahan padi milik mereka terserang hama wereng. Bahkan ujar Ubad, selain hama wereng, lahan padi di daerahnya diserang hama lainnya seperti ulat, kungkang padi dan burung.

Ubad mengatakan, dari 70 bata lahan padi yang dia garap, dirinya hanya mendapatkan gabah kering pungut (GKP) 1,8 kuintal. Padahal saat panen normal, dari luas lahan padi seluas itu dirinya bisa mendapatkan gabah kering pungut antara 4 hingga 5 kuintal.

Serangan Paling Parah

Menurutnya kejadian serangan hama wereng saat ini merupakan serangan paling parah sejak puluhan tahun lalu.  Serangan hama wereng saat ini kata dia, terjadi sangat sporadis dan membuat batang padi keropos, menghitam, daun menguning, butir padi hampa.

Berbagai upaya pernah dilakukannya untuk menangkal hama wereng tersebut, salah satunya dengan menyemprotkan pestisida tapi hama malah menyerang lahan padi lainnya. 

Hal senada disampaikan petani lainnya, Aah Rubaeah(65) warga Kampung Depok II Kelurahan Tamansari. Dia mengatakan, lahan pertanian yang dimilikinya mencapai luas 500 tumbak yang berada di sejumlah lahan pertanian yaitu di Kampung Cilempay, Cieurih, Sukarate dan Cikadu. "Biasanya setiap panen bisa mendapat gabah mencapai 1 ton. Untuk sekarang hanya 75 kg. Kami bingung, apalagi uang modal sawah dari pinjaman selain pemberian anak. Bahkan hasil dagang keliling sebesar Rp7 juta juga tidak kembali," katanya mengeluh.

Luas Tanaman Padi Terkena Hama

Data dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, per 26 Mei 2024, tanaman padi yang terkena hama wereng di Kota Tasikmalaya mencapai 86 hektare dari luas lahan padi di Kota Tasik seluas 5.728 Hektar. Dari 86 hektare lahan padi terkena hama wereng tersebut terbagi pada beberapa kategori yakni serangan hama ringan seluas 70 hektare, sedang 8 hektare, berat 3 hektare dan puso 1 hektare.

Sedangkan wilayah kecamatan yang lahan padinya paling parah diserang hama wereng yakni, Kecamatan Tamansari seluas 36 hektare, Kecamatan Cibereum seluas 19 Hektar, Kecamatan Bungursari 13 hektare, Kecamatan Kawalu 8 hektare, Kecamatan Cipedes 9 hektare dan Kecamatan Indihiang 1 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan perkebunan DKPPP Kota Tasikmalaya Anisah Kardiati mengatakan, serangan hama wereng saat ini susah di prediksi. "Tahun ini memang serangannya sangat masip setelah puluhan tahun tidak pernah terjadi," katanya. Apalagi ujar Anisah, kemampuan terbang hama wereng bisa mencapai 100 km, dan berkelompok jutaan serta bisa berpindah dari satu tempat ketempat lain dengan cepat.

Jadi jika tanaman padi dibakar juga belum tentu bisa langsung membasmi hama, dikarenakan mereka langsung terbang ke tempat lain," katanya.***

Sumber: https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/