Blog •  28/02/2020

Lapas Nusakambangan Kembangkan Tanaman Jagung

MEDIA GATHERING: Kalapas Kelas I Batu, Erwedi Supriyatno (pegang mik) sedang menjelaskan pelaksanaan acara Media Gathering. (suaramerdeka.com / Agus S
MEDIA GATHERING: Kalapas Kelas I Batu, Erwedi Supriyatno (pegang mik) sedang menjelaskan pelaksanaan acara Media Gathering. (suaramerdeka.com / Agus S

CILACAP, suaramerdeka.com - Untuk mewujudkan ketahanan pangan, Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Nusakambangan akan mengembangkan tanaman jagung di lahan seluas 40 hektare. Lahan seluas itu berlokasi di sekitar area Lapas Besi. Saat ini lahan yang sedang diolah seluas 21 hektare dan yang sudah ditanami lima hektare. Kegiatan tersebut sudah berjalan sejak Januari 2020.

Penanaman jagung tersebut bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan sebagai salah satu Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020, yaitu mewujudkan ketahanan pangan melalui penanaman tanaman pangan seluas 100 hektare. Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 yang berisi 15 poin tersebut merupakan Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen)Pemasyarakatan Nomor: PAS-03.PR.01.01 Tahun 2020 tanggal 21 Januari 2020.

"Sesuai Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020, Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan bertekad mewujudkan ketahanan pangan melalui penanaman tanaman jagung seluas 40 hektare," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Batu, Erwedi Supriyatno pada acara Media Gathering "Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020" yang diselenggarakan di Wismasari Pulau Nusakambangan, Kamis (27/2).

Acara tersebut dihadiri para Kalapas di Nusakambangan, pejabat dari dinas instansi terkait, wartawan dan stakeholder. Selanjutnya Erwedi Supriyatno mengatakan, selain jagung di Lapas Nusakambangan juga dikembangkan tanaman padi. Untuk luasan sawah di Pulau Nusakambangan sekitar 15-20 hektare. Beberapa hektare di antaranya merupakan sawah tadah hujan. Hal ini terkait kondisi geografis Pulau Nusakambangan, terutama menyangkut ketersediaan air.

Sebagian besar sawah di Pulau Nusakambangan mengandalkan air hujan sehingga merupakan sawah tadah hujan. Selama ini produktivitas padi di Nusakambangan hanya dua ton per hektare. Namun pihak Lapas Nusakambangan sudah mendatangkan ahli pertanian dari Boyolali. Setelah disurvei, produktivitas sawah tersebut bisa ditingkatkan menjadi delapan sampai 12 ton per hektare.

"Penanaman jagung dan padi menjadi kerja kami yang luar biasa karena ini sudah menjadi target Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020 yang harus tercapai. Target ini menuntut kerja yang luar biasa. Sebab masih ada lahan yang harus disiapkan. Bahkan untuk tanaman padi, masalah ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri," katanya.

Sumber: Suaramerdeka