Blog •  10/08/2021

Masuk Musim Tanam Gadu, Bupati Rocky Minta Petani Padi Manfaatkan Lahan Maksimal

© Dok Humas Setdakab Aceh Timur
© Dok Humas Setdakab Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH atau Rocky, meminta masyarakat Aceh Timur khususnya petani padi agar dapat memaksimalkan penggunaan lahan sawah di musim gadu.

Bupati Rocky, mengatakan para petani padi di Aceh Timur sebelumnya hanya mengandalkan sawah tadah hujan di musim rendengan.

"Biasanya para petani hanya mengandalkan musim penghujan yang dimulai sejak Oktober sampai dengan Maret. Sedangkan pada April sampai Sebtember memasuki musim tanam gadu, karena itu memasuki musim tanam gadu ini kita minta petani padi agar memanfaatkan lahan semaksimal mungkin," pinta Bupati Rocky.

Untuk menghadapi musim gadu tahun ini, jelas Rocky, Pemkab Aceh Timur, telah membangun sarana dan prasarana pertanian seperti pompanisasi, pembangunan maupun rehab jaringan irigasi dan embung agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian.

"Kami sangat berharap agar masyarakat dapat menggunakan lahan tidur semaksimal mungkin demi meningkatkan sektor pertanian, agar ekonomi masyarakat dan daerah lebih bisa sejahtera, seiring telah tersedianya sarana dan prasarana di sektor pertanian," harap Rocky.

Bupati juga mengajak warga agar menjaga hewan ternak bila memasuki musim tanam, karena Aceh Timur, telah memiliki qanun, sampai tingkat gampong yang mengatur tentang hewan ternak.

"Peternak juga harus sama-sama menjaga ternaknya agar tidak melanggar Qanun, dan kita berharap dengan pemanfaatan lahan secara maksimal, serta warga tertib menjaga hewan ternaknya, Insya Allah hasil panen akan meningkat lagi dari sebelumnya serta ekonomi daerah juga semakin maju," harap Bupati Aceh Timur Rocky.

Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atlizar, mengatakan, Aceh Timur, memiliki Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) 19.453 hektare, terdiri dari lahan tadah hujan 8.266 hektare, irigasi desa 1.094 hektare, irigasi sederhana/pompanisasi seluas 4.987 hektar, irigasi semi teknis 1.342 hektare serta irigasi teknis 3.764 hektare.

Sebelum adanya pompanisasi, jelas Erwin, jumlah lahan sawah yang digunakan pada musim tanam gadu sekitar 6.200 hektare, dan bertambah 4.947 hektar setelah adanya pompanisasi.

Sehingga total yang dapat ditanami setelah pompanisasi pada musim gadu mencapai 11.147 hektare.

"Dengan peningkatan sarana dan prasarana pertanian yang telah ada berdampak langsung terhadap produksi padi yaitu jumlah produksi 275.828 ton gabah kering panen dalam satu tahun," pungkas Erwin.  

Sumber: SERAMBINEWS